1 C
New York
11/02/2026
Tenaka Kerja

Humas Kemenaker Dinilai Tak Profesional, Forwaker Ditinggalkan Setelah 27 Tahun Mengabdi

JAKARTA (possore.id) — Dunia jurnalistik ketenagakerjaan dikejutkan oleh sikap tidak elok yang ditunjukkan oleh aparat Humas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Forum Wartawan Ketenagakerjaan (Forwaker), yang telah berdiri sejak 1998 dan selama ini menjadi mitra strategis pemberitaan kementerian, kini diperlakukan seolah-olah tidak pernah ada.

Sejak Januari 2025, insentif bulanan yang selama ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja jurnalistik berbasis rilis Humas Kemenaker mendadak dihentikan tanpa penjelasan resmi.

Tidak hanya itu, Forwaker bahkan tidak lagi dilibatkan dalam peliputan berbagai kegiatan resmi kementerian. Padahal, wartawan-wartawan dari forum inilah yang sejak reformasi berdiri tegak menjadi corong publik untuk isu-isu perburuhan dan ketenagakerjaan.

Ironisnya, Humas Kemenaker justru lebih memilih “mengambil sepihak” kelompok wartawan baru yang tidak memiliki rekam jejak maupun dedikasi panjang seperti Forwaker.

Dalam setiap event resmi, Forwaker tak pernah lagi diundang. Seakan keberadaan mereka sudah tak dianggap.

“Keputusan ini bukan hanya bentuk ketidakprofesionalan, tapi juga penghinaan terhadap nilai-nilai kemitraan dan loyalitas,” tegas Opa Achiem, wartawan senior yang sudah membersamai Fowaker selama puluhan tahun itu.

Dia menegaskan, Forwaker bukan organisasi abal-abal. Ia tumbuh bersama Kemenaker, mengawal isu-isu buruh, menjadi jembatan antara kementerian dan masyarakat pekerja.

Apakah ini bentuk balas jasa kepada mereka yang telah setia menarasikan kerja-kerja kementerian selama hampir tiga dekade? Apakah profesionalisme kini dikalahkan oleh kepentingan sempit dan relasi transaksional?

“Kami mengingatkan jajaran Humas Kemenaker, bahwa lembaga ini milik publik. Wartawan bukan pelengkap seremonial, apalagi alat kekuasaan. Wartawan adalah mitra,” tegasnya.

Menurutnya, bila kemitraan ini diinjak-injak, maka yang dirusak bukan hanya hubungan institusional, tetapi juga marwah kementerian itu sendiri.

“Forwaker tetap berdiri. Kami tak akan lelah menyuarakan kebenaran. Dan sejarah akan mencatat: siapa yang setia, siapa yang khianat,” tegasnya.

Leave a Comment