27.8 C
New York
15/06/2024
Aktual

Hidung Dapat Deteksi Satu Triliun Bau

WASHINGTON (Pos Sore)– Hidung manusia ternyata dapat membedakan sekurangnya satu triliun jenis bau yang berbeda, atau lebih dari jutaan bau yang selama ini diyakini banyak orang. Kesimpulan ini diungkapkan para ahli Amerika pekan ini.

Selama puluhan tahun ilmuwan menganggap manusia hanya dapat mendeteksi 10.000 jenis bau. Karena itu, mereka menempatkan indra penciuman berada di bawah kemampuan indra penglihatan dan pendengaran.

“Analisa menunjukkan kapasitas manusia untuk membedakan jenis bau ternyata jauh lebih besar ketimbang perkiraan orang selama ini,” ujar salah satu peneliti Leslie Vosshall, kepala Laboratorium Genetika Syaraf dan Perilaku Rockefeller University.

Penelitian sebelumnya tentang perkiraan kemampuan indra penciuman, yang dilakukan dengan bantuan 400 reseptor olfactory, berasal dari tahun 1920-an dan tidak didukung data. Menurut peneliti, mata manusia, yang hanya memiliki tiga reseptor, dapat membedakan beberapa juta warna. Sedangkan telinga dapat membedakan 340.000 suara. “Untuk bau, tak seorang pun bahkan punya waktu untuk melakukan pengujian,” ujar Vosshall.

Dalam penelitian terbaru, ilmuwan meneliti 26 relawan untuk mencium campuran yang dibuat dengan 128 molekul bau yang berbeda yang secara individu mungkin memunculkan bau rumput, jeruk atau berbagai zat kimia, tapi digabungkan dalam 30 kelompok.

“Kami tak ingin bau itu dapat mudah dikenal. Jadi kebanyakan campuran itu cenderung aneh. Kami ingin orang-orang memperhatikan ‘hal yang kompleks ini’,” ujarnya.

Para relawan diberikan tiga sampel botol aroma pada saat itu. Dua diantaranya berbau sama dan satunya lagi memiliki bau berbeda. Peneliti ingin melihat apakah mereka dapat mendeteksi bau tersebut. Lalu mereka diberikan 264 perbandingan.

Sekalipun kemampuan para relawan sangat bervariasi, mereka umumnya dapat mendeteksi perbedaan antara berbagai botol aroma hingga 51 persen komponen yang sama. Hanya sedikit relawan yang dapat mendeteksi sebuah perbedaan begitu campuran itu mengandung lebih dari satu komponen.

Lalu peneliti meramalkan tentang berapa banyak bau yang rata-rata dapat dideteksi manusia bila semua kombinasi dari 128 bau dijadikan sampel. Hasilnya adalah perkiraan sekurangnya satu triliun bau.

Ketua peneliti Andreas Keller, juga dari Rockefeller University, mengatakan jumlah itu masih terlalu rendah karena ada banyak bau lain yang dapat dicampurkan dalam berbagai cara di dunia nyata.

Menurutnya, nenek moyang kita dulu lebih banyak mengandalkan pada penciuman. Namun keberadaan lemari pendingin dan perkembangan kebersihan pribadi telah membatasi bau-bau di dunia modern.

“Ini dapat menjelaskan sikap kita yang menganggap indra penciuman tidak penting bila dibandingkan indra penglihatan dan pendengaran,” papar Keller.

Selain itu, postur tubuh yang tegak, yang membuat hidung manusia jauh dari tanah dimana berbagai jenis bau kerap muncul, juga ikut berkontribusi.

Indra penciuman berhubungan erat dengan perilaku manusia. Menurut para ahli, penelitian ini dapat menyoroti tentang bagaimana otak manusia mengolah informasi yang rumit. Hasil studi ini dipublikasikan di jurnal Science.(sg/meidia)

Leave a Comment