11.2 C
New York
14/04/2024
Aktual Gaya Hidup

Hasil Studi: 76% Wanita Inginkan Pria Feminim

Banyak kaum hawa mengidamkan mendapat pasangan yang tampan, bertubuh atletis, dan tampak maskulin. Namun, ternyata tak semua wanita menyukai tipe pria itu. Satu penelitian mengungkap, 76 persen wanita malah menyukai pria feminin.

Hasil riset itu dibuktikan oleh EliteSingles. Riset dilakukan pada 2014 melibatkan orang dengan usia rata-rata 48 tahun. Sebanyak 561 lajang yang berada di Inggris, Irlandia, Australia dan Selandia Baru ikut serta dalam penelitian. Sebagian besar responsen atau 78 persen, adalah wanita.

Ternyata, 76 persen wanita feminin mengaku lebih menyukai pria yang sedikit feminin dibanding tampak macho. Sedangkan 26 persen wanita lainnya masih lebih menyukai pria maskulin dengan tubuh atletis.

Pria feminim ini dianggap lebih menggairahkan saat kencan dan membuat wanita terpesona. Namun, pria feminin yang dimaksud, bukan para pria lemah gemulai. Melainkan, pria lembut yang bisa membuat pasangannya merasa nyaman dan memerhatikan mereka seperti diri sendiri.

Mengutip Your Tango, berubahnya tipe pria idaman itu terjadi akibat pengaruh adanya emansipasi wanita. Dulu, sebagian besar wanita sangat mengidolakan pria maskulin bertubuh kekar karena dianggap bisa melindungi dan membuatnya merasa aman.

Seiring berkembangnya waktu, kini wanita tidak lagi merasa perlu dilindungi dan diselamatkan oleh pasangannya. Mereka merasa bisa melindungi dirinya sendiri.

Bagaimana dengan para pria? Ternyata 59 persen pria maskulin menyukai wanita yang juga tampak maskulin. Sedangkan yang memilih wanita bertipe feminin hanya 25 persen.

Dr Wiebke Neberich, Kepala Penelitian menuturkan dua teori soal itu. Yaitu, “birds of the feather flock together”. Maksudnya, hubungan yang terjadi karena adanya kesamaan sifat di antara keduanya, sehingga merasa saling melengkapi. Ibarat bulu dan burung.

“Ini jenis hubungan yang dianggap bisa berjalan dengan baik dan awet. Teori hubungan ini dianggap lebih realistis dan masuk akal untuk dijalankan. Hubungan juga lebih sehat karena memiliki minat dan ketertarikan yang sama pada suatu hal. Sehingga, pasangan lebih saling memahami dan mendukung satu sama lain,” tuturnya. (tety)

Leave a Comment