4.6 C
New York
02/03/2024
Aktual

Haryono Menantang STIAMI Terjunkan Mahasiswa ke Desa

JAKARTA  (Pos Sore) –  Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) ditantang untuk bisa  menerjunkan mahasiswanya  ke desa-desa. Alasannya,  perjuangan untuk maju harus dilakukan dengan kekuatan rakyat yang cerdas dalam persatuan dan kesatuan, bukan dalam permusuhan dan kedengkian.

Menurut Ketua Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono Suyono, segala upaya untuk menjunjung tinggi derajat bangsa tak akan berhasil kalau tidak dimulai dari bawah. Yaitu dari rakyat bawah yang merupakan bagian terbesar dari bangsa ini,  agar mampu maju dalam kedamaian yang sejuk,  diberdayakan oleh pengajaran dan pendidian bermoral kepada rakyat.

“Upaya itu dilakukan dengan menempatkan sekolah, keluarga dan masyarakat sebagai tripusat pendidikan dalam suatu sistem terpadu yang saling memberikan dukungan.  Pandangan itu mengarahkan pada perjuangan pengajaran dan pendidikan yang didasarkan atas anggapan bahwa perjuangan melalui perang hanya akan diperoleh kemerdekaan secara fisik, yaitu lepas dari penjajahan saja,” kata Haryono Suyono saat memberikan orasi ilmiah dalam  Sidang Terbuka Senat dan Guru Besar  STIAMI dalam rangka wisuda program diploma, program sarjana dan program pascasarjana ke – 25 Tahun Ajaran 2013/2014 di Balai Samudra Jakarta, kemarin.

Menurut Haryono, dari  perjuangan melalui pengajaran dan pendidikan dapat diperoleh kemerdekaan secara total yaitu merdeka secara fisik, merdeka pikirannya, dan merdeka batinnya. Karena itu, pendidikan yang diberikan haruslah memberikan pembekalan secara luas dalam kecakapan hidup sehingga  menghantarkan perubahan sosial yang maha dahsyat.

“Para intelektual yang berpendidikan seperti wisudawan STIAMI akan menjadi penghantar dari suatu proses pengembangan kedaulatan sosial berbasis sumber daya manusia yang melimpah di pedesaan. Saudara sekalian akan menghantar setiap keluarga menjadi keluarga dan masyarakat yang bahagia dan sejahtera secara mandiri,” tegas mantan Menko Kesra/ Taskin itu.

Menumbuhkan Kebersamaan

Lebih jauh Haryono mengemukakan,   para tenaga ahli,  seperti lulusan STIAMI perlu segera turun ke desa karena melalui pendidikan bermutu yang ditujukan secara luas kepada masyarakat,  akan tumbuh kebersamaan yang sangat luas, adil dan menimbulkan gerakan cerdas. Dengan demikian rakyat banyak bisa bersama-sama mengenyam kesejahteraan yang lebih merata.

“Hingga kini nasib kita semata-mata hanya memberi manfaat kepada bangsa lain. Pengajaran yang kita terima dari pemerintah sangat mengecewakan sebagai alat pendidikan rakyat,” tuturnya.

Sementara itu,  Ketua Senat STIAMI Pro Dr Ir Wahyudin Latunreng, MM,  wisudawan STIAMI tahun ini berjumlah 786 wisudawan. Di antaranya tercatat beberapa wisudawan lulus dengan sangat memuaskan. “Peran STIAMI dalam menghasilkan sumber daya manusia berpendidikan tinggi pantas kita banggakan. Bahkan kedepan jumlah lulusan yang akan dihasilkan STIAMI diharapkan akan terus bertambah,” jelasnya.

Hal itu, tambahnya,   merupakan  bentuk kepercayan masyarakat yang tinggi terhadap penyelenggaran pendidikan yang dikelola STIAMI. Tentunya kepercayaan masyarakat ini menjadi tantangan dan pengharapan  bagi STIAMI untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan sebagai pusat kepakaran. (junaedi)

 

Leave a Comment