POSSORE.COM – Program Masyarakat Melek Metrologi (3M) terus digelorakan Direktorat Metrologi, Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan berkolaborasi bersama Dinas yang membidangi perdagangan Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia dalam rangka memperingati Hari Metrologi Sedunia (World Metrology Day) yang jatuh pada Kamis (20/5) secara daring.
Menurut Direktur Metrologi, Rusmin Amin, pemberdayaan masyarakat melalui pengenalan metrologi menjadi kunci utama suksesnya upaya membangun tertib ukur di daerah maupun nasional. Masyarakat, kata Rusmin, harus aktif, cerdas dan berdaya hingga dapat mendorong para pelaku usaha khususnya para wajib tera agar semakin bertanggungjawab dalam memastikan bahwa alat ukur, alat takar, dan alat timbang yang digunakan dalam transaksi perdagangan sudah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Berbagai upaya dapat dilakukan pemerintah daerah misalnya berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dan pelaku usaha untuk terus memperkenalkan metrologi kepada masyarakat, salah satunya melalui Gerakan 1000 banner dan spanduk yang dipasang di pasar tradisional, pasar modern, SPBU dan lain-lain,” tegas Rusmin Amin.
Apa yang telah dikalukan sejumlah pemerintah daerah dalam memperingati Hari Metrologi Sedunia dan juga dalam rangka mengedukasi masyarakat merupakan langkah besar untuk menumbuhkembangkan budaya peduli ukuran, takaran, dan timbangan.
Kegitan lain tutur Rusmin Amin, juga dapat dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Unit Metrologi Legal dan Akademi Metrologi dan Instrumentasi (AKMET) Kementerian Perdagangan seperti menggelar kegiatan donor darah, pelayanan tera dan tera ulang secara gratis bagi pelaku UMK, edukasi kepada masyarakat, perlombaan seperti fotografi, membuat esai, komik, poster, desain stiker, penulisan makalah ilmiah, dan lain-lain.
“Saya mengapresiasi pemerintah daerah yang telah menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Metrologi Sedunia. Metrologi akan terus berkembang dan dikenal oleh masyarakat konsumen apabila secara berkesinambungan terus dilakukan sosialisai,” tutur Direktur Metrologi ini.
Rusmin Amin juga menjelaskan, pada 24-27 Mei 2021 Kementerian Perdagangan akan berkolaborasi dengan Badan Standardisasi Nasional menyelenggarakan Seminar Nasional dan Talkshow dengan tema Sinergi Metrologi Pulihkan Ekonomi.
Guna mendorong upaya tertib ukur, pembentukan Juru Ukur, takar, dan Timbang di pasar tradisional, pasar modern, dan SPBU sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 90 tahun 2020 dkimana pemerintah daerah dapat berkolaborasi dengan pemangku kepentingan.
Juru Ukur, Takar, dan Timbang dapat berperan membantu pemerintah daerah tidak hanya dalam memantau kondisi alat ukur, alat takar, dan alat timbang yang digunakan di tempat usaha, tetapi juga membantu mengedukasi para pengguna alat ukur dan juga memberikan nilai tambah meningkatkan kepercayaan terhadap hasil pengukuran di tempat usaha tersebut. “Untuk itu, kami berharap pemerintah daerah dapat membentuk Juru Ukur, Takar, dan Timbang sehingga dapat membantu penyelenggaraan kegiatan metrologi legal dalam rangka mewujudkan tertib ukur.” ujar Rusmin Amin.
Ditempat terpisah, Veri Anggrijono, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan mengatakan peran metrologi saat ini cukup besar tidak hanya dalam rangka mewujudkan perlindungan konsumen dan tertib niaga, tetapi tertib ukur juga kedepan dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui upaya mendorong konsumen semakin percaya dan yakin dalam bertransaksi sehingga meningkatkan daya beli konsumen.
Seperti diketahui, Hari Metrologi Sedunia diperingati setiap 20 Mei guna menandai penandatanganan Konvensi Meter 20 Mei 1875 oleh perwakilan 17 negara yang menjadi tonggak sejarah terciptanya keseragaman pengukuran secara internasional. Hari Metrologi Sedunia kali ini diperingati di seluruh dunia dengan mengambil tema “Pengukuran untuk mendukung Kesehatan”. (aryo)
