POSSORE.ID, Jakarta – Himpunan Fasyankes Dokter Indonesia (HIFDI) menggelar Webinar bertema Mengasuh Gizi Bangsa: Menguatkan Ketahanan Nasional, Sabtu (24/01/2026). Webinar ini dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional 2026 yang diperingati pada 25 Januari 2026.
Ada tiga narasumber dalam webinar yang dilaksanakan secara daring ini. Pertama, Ketua Umum PP PERSAKMI (Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia) Prof. Dr. Aminuddin Syam, SKM, M.Kes., M.Med.Ed, yang juga Guru Besar Ilmu Gizi FKM Universitas Hasanuddin, Sulawesi Selatan.
Kedua, dr. Tirta Prawita Sari, MSc, Sp.GK, Dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) yang juga Dokter Gizi Klinik RS Pondok Indah. Ketiga, dr. Ahmad Kadarsyah, M.S, Farmakolog/Inisiator Yayasan Wakaf IKRA Padjadjaran.
Ketiganya membahas bagaimana peran strategis gizi dalam pembentukan generasi bangsa yang kuat, sehat dan berkualitas dalam perspektif yang berbeda.
Para narasumber menegaskan penting bagi pemerintah untuk memastikan setiap warga negara terutama anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup melalui berbagai program yang dicanangkan.
Menurut Prof Dr Aminuddin Syam, kekurangan gizi atau malnutrisi secara langsung dapat menyebabkan penurunan kualitas sumber daya manusia, yang berujung pada krisis kecerdasan kolektif bangsa.
Dikatakan, gizi bukan sekadar isu biologis, melainkan cerminan dari isu sosial, isu moral dan isu peradaban. Isu sosial karena gizi mencerminkan kesetaraan akses dan kesejahteraan masyarakat.
Isu moral karena gizi berkaitan dengan etika dalam produksi dan distribusi pangan. Isu peradaban di mana pemenuhan gizi sangat menentukan kualitas generasi penerus dan arah kemajuan bangsa.
Ia juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, MBG adalah niat baik negara yang strategis dan progresif. Terlebih program ini memiliki sasaran utama anak sekolah dan ibu hamil.
“Inisiatif ini langkah fundamental untuk membentuk generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas. Karena itu, pelaksanaan program MBG harus lebih dari sekadar gratis,” ucapnya.
