01/02/2026
AktualNasional

Halalbihalal Kowani, Giwo Rubianto: Tidak Sekedar Silaturahmi, Tetapi Juga Silatulfikri dan Silatulqolbi

JAKARTA (possore.id) — Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menyelenggarakan Halalbihal Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024 M, Selasa 30 April 2024, di Rumah Perjuangan Kowani, Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Halalbihalal ini mengangkat tema “Mengaplikasikan Nilai-nilai Silaturahmi Pasca Idul Fitri Untuk Persaudaraan Semesta”.

Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, momentum acara halalbihalal bukan hanya tatap muka, silaturahmi, tapi kita harus mempunyai shilatulfikri dan shilatulqolbu.

“Artinya, kita dalam berorganisasi harus menyatukan pola pikir yang sama, visi dan misi, mempunyai tujuan yang sama, yaitu meningkatkan harkat dan martabat perempuan Indonesia dan melindungi anak-anak,” ucap Giwo.

Shilatul Qolbi (menyambung hati) menjadikan ajang siltarahmi ini menjadi tempat untuk saling berbagi, berbicara dari hati ke hati untuk membangun bangsa.

Adapun Shilatul Fikri, melalui Hati akan berlanjut ke pikiran. Dalam arti terdapat proses tukar pikiran, informasi, dan pengalaman, pemikiran sesorang sehingga tidak ada lagi pemikiran yang akan menjerumuskan ke arah perpecahan.

Giwo juga mengajak anggota Kowani untuk berkomunikasi dengan saling asah, saling asuh, saling asih, saling ajar dan penuh amal. “Di dalam halalbihal ini tentunya saya mengharapkan ada peningkatan dari silatulqolbu kita.”

Dalam kesempatan itu, Giwo juga mengajak untuk bersama-sama menyukseskan penyelenggaraan Hari Kebaya Nasional pada 24 Juli 2024 di Istora Senayan, Jakarta Pusat.

Dikatakan, ini momen sangat penting karena merupakan pertama kali digelar sejak pemerintah menetapkan Hari Kebaya Nasional.

Menurut Giwo, ditetapkannya Hari Kebaya Nasional oleh Presiden Jokowi melalui Kepres nomor 19 Tahun 2023 tidak terlepas dari peran Kowani.

Inspirasi ditetapkannya Hari Kebaya Nasional adalah momen Kongres Wanita Indonesia X pada 1964 yang saat itu dihadiri oleh Presiden Sukarno. Saat itu semua peserta kongres mengenakan kain kebaya.

Presiden Sukarno pada saat itu menyatakan “para perempuan Indonesia mempunyai peranan yang penting dalam negara, baik itu kemerdekaan, dan juga revolusi”.

“Jadi, mempunyai peranan yang penting. Tanpa adanya para perempuan Indonesia atau Kowani, tidak akan terjadi kemerdekaan dan revolusi pada masa itu.”

Karena itu, Giwo mengajak menggaungkan semangat dan mengumpulkan energi untuk membangun bangsa dan negara Indonesia.

“Kita persatukan dalam Hari Kebaya Nasional. Karena Keputusan Presiden tentang Hari Kebaya Nasional ini merujuk pada Kongres Wanita Indonesia X pada 1964. Kita harus bangga sebagai Ibu Bangsa, sebagai perempuan Indonesia.”

Giwo berharap dengan silaturahmi ini dapat meningkatkan kualitas hidup kita sebagai Ibu Bangsa, memerpanjang usia yang bermanfaat, memperpanjang rezeki sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah Saw.

Menurut Giwo, cakupan rezeki itu sendiri memiliki makna yang luas. Tidak hanya sebatas materi, namun dimaknai juga dengan luasnya hubungan persaudaraan di antara kita.

“Dengan penuh rasa syukur, mari kita hayati moment kebersamaan kita. Semoga silaturahmi kita bertambah kokoh, langgeng, dan semangat persaudaraan yang semakin erat di antara kita.”

Sementara itu, Ketua Bidang Agama Hj Maryam Ahmad Tohari, M.Pd mengatakan halalbihal ini merupakan rangkaian kegiatan Amaliyah Ramadhan yang sudah dilakukan sejak bulan Ramadhan.

Kowani mengajak untuk meningkatkan amaliyah Ramadhan seperti berinfak, bersedekah, bahkan menggiatkan kegiatan Ibu Bangsa Berwakaf.

Dikatakan, keharmonisan dalam kehidupan adalah kebutuhan fitrah makhluk Allah Swt. “Halalbihalal ini juga dalam rangka menjalankan program kerja bidang Agama tahun 2024,” ucapnya.

Karena itu, dengan halalbihalal ini diharapkan dapat menguatkan nilai-nilai agama yang terkandung dalam silaturahim dan bagaimana mengaplikasikannya dalam menjaga keharmonisan hubungan dengan sesama.

Dalam halalbihalal ini juga menghadirkan Ustadzah Dra. Hj. Yati Priyati, MA untuk memberikan tausyiah.

 

 

Leave a Comment