02/04/2026
AktualEkonomi

GPEI–HIMKI dan Bank Mandiri Buka Jalan Pembiayaan Bersubsidi untuk Industri Padat Karya Ekspor

Di sisi lain, Bank Mandiri Regional Jawa Barat melihat pembiayaan bersubsidi sebagai bagian dari dukungan konkret terhadap sektor-sektor strategis yang menyerap tenaga kerja besar dan berkontribusi signifikan terhadap ekspor. Melalui program ini, perbankan tidak hanya berperan sebagai penyedia dana, tetapi juga mitra pertumbuhan bagi dunia usaha.

Dalam sesi sosialisasi, para peserta dibekali pemahaman mengenai syarat dan fitur pembiayaan, skema pengajuan, hingga mekanisme penilaian kelayakan usaha. Diskusi berlangsung interaktif, memberi ruang bagi pelaku usaha untuk mengajukan pertanyaan sekaligus mengukur kesiapan mereka mengakses pembiayaan.

Fiti bersama setelah acara sosialisasi

Salah satu fokus utama yang diperkenalkan adalah Program Kredit Industri Padat Karya (KIPK). Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri yang menyerap banyak tenaga kerja, termasuk sektor mebel dan kerajinan. Dengan skema pembiayaan yang lebih terjangkau, KIPK diharapkan mampu menjaga keberlanjutan usaha sekaligus mendorong peningkatan kapasitas produksi.

Program KIPK sendiri ditopang oleh kebijakan lintas kementerian, mulai dari koordinasi Kementerian Koordinator Perekonomian, pengaturan subsidi melalui Kementerian Keuangan, hingga penetapan kriteria penerima dan pedoman teknis oleh Kementerian Perindustrian. Dukungan regulasi ini membuat KIPK lebih siap diterapkan secara operasional.

Lebih jauh, kolaborasi GPEI, HIMKI, dan Bank Mandiri di Jawa Barat ini tidak dimaksudkan sebagai kegiatan satu kali. Model sinergi ini dirancang untuk direplikasi ke berbagai daerah lain di Indonesia, seiring kebutuhan pembiayaan produktif yang semakin mendesak di tingkat daerah.

“Inisiatif dari Jawa Barat ini akan kami dorong menjadi gerakan nasional. Setelah Jabar, kami akan bergerak ke provinsi-provinsi lain agar akses pembiayaan produktif semakin luas dan industri padat karya bisa semakin kuat,” tutur Abdul Sobur.

Bagi pelaku industri, pesan yang dibawa dari Bandung hari itu cukup jelas yaitu pembiayaan bukan lagi sekadar soal pinjaman, tetapi tentang kesiapan usaha menghadapi perubahan. Ketika pembiayaan bersubsidi dipadukan dengan disiplin tata kelola dan kolaborasi lintas sektor, harapan untuk memperkuat ekspor dan menjaga denyut industri nasional bukanlah sesuatu yang utopis, melainkan peluang yang bisa diraih bersama. (aryodewo)

Leave a Comment