19.3 C
New York
24/05/2024
Aktual

Giwo Rubianto: Stop Budaya Transaksional

JAKARTA (Pos Sore) — Terjun ke dunia politik, lalu menjadi calon legislatif, memang membawa konsekuensi biaya. Itu tak dipungkiri oleh Ir Dra Sri Woerjaningsih MPd, yang akrab disapa Giwo Rubianto, caleg dari partai Golkar.

Namun, pola pikir biaya politik adalah untuk membeli suara (politik uang), atau bagi-bagi uang kepada konstituen, sudah saatnya diakhiri. Semua caleg baik tingkat DPR RI maupun tingkat DPRD harus sama-sama bertanggungjawab mendidik masyarakat untuk tidak terjebak pada pola politik transaksional tersebut.

“Biaya politik sebaiknya lebih kepada pembiayaan untuk program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya program pendidikan dan pemberdayaan ekonomi,” kata Wakil Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar, di Jakarta, Senin (17/2).

Caleg dengan nomor urut 3 ini tak membantah, orang yang terjun ke dunia politik memang harus mengeluarkan biaya. Setidaknya untuk menemui calon konstituen, menyapa masyarakat, dan membawa program unggulan. Namun, biaya tersebut tidak untuk hal-hal yang bersifat instant seperti membeli suara rakyat dengan cara bagi-bagi uang atau bagi-bagi sembako.

“Itu tidak boleh terjadi di tengah iklim demokrasi Indonesia yang kian membaik,” tandas mantan Ketua Umum Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini. (tety)

Leave a Comment