11.2 C
New York
14/04/2024
Aktual Gaya Hidup

Era Digital Jangan Hilangkan Kebiasaan Menulis Dengan Tangan

JAKARTA (Pos Sore) — Era digitalisasi dan perkembangan teknologi ternyata membuat kebiasaan menulis dengan tangan atau cara manual mulai ditinggalkan. Tanpa disadari keindahan tulisan kita akan hilang dengan sendirinya.

Padahal menulis dengan tangan tidak sekadar bercerita. Dari tulisan ini juga dapat menjadi sesuatu yang inspiratif bagi pembacanya. Era digital telah meninggalkan kebiasaan seseorang untuk membuat catatan sederhana dengan tulisan tangan.

Ada beberapa argumen untuk tetap mempertahankan tulisan tangan, yakni menganggap menulis menjadi satu bentuk seni, tradisi sejarah dan sebagai alat berekspresi. Yang terpenting lagi, dengan tetap mempertahankan tulisan tangan, kita mampu melatih koordinasi antara tangan dan mata serta melatih keterampilan motorik.

Beberapa ahli bahkan menunjukkan adanya hubungan antara tulisan tangan dan kemampuan belajar. Karenanya, kebiasaan menulis dengan tangan jangan sampai ditinggalkan.

Untuk mendorong masyarakat mau menulis dengan manual, dan meningkatkan kemajuan dunia seni sastra di Indonesia, Faber-Castell pun kembali mengadakan lomba menulis cerita pendek (cerpen) dengan tulisan tangan. Kegiatan untuk kedua kalinya ini mengusung tema ‘Best Adventure’, yang digelar pada Mei-Agustus 2014.

Lomba menulis cerpen untuk kedua kalinya ini, kata Christian Herawan, Product Manager PT Faber-Castell International Indonesia, untuk mendukung munculnya para penulis muda di tengah minimnya perhatian terhadap dunia kesastraan di Indonesia.

Untuk mengikuti lomba tersebut, katanya, peserta cukup membeli 1 produk pulpen Faber-Castell, dan mengunduh kertas untuk menulis di portal www.lombacerpen.com. Setelah itu peserta bisa memulai membuat karyanya berdasarkan pengalaman asli mapun fiksi.

“Menulisnya dengan tangan atau manual. Dan bila sudah selesai, karya cerpen tersebut diunggah kembali ke portal www.lombacerpen.com,” kata Christian.

Untuk tahun ini, lanjutnya, ada tiga kategori usia peserta lomba. Yakni 15-20 tahun, 21-3 tahun, dan kategori di atas usia 30 tahun. Total hadiahnya mencapai Rp52,5 juta

“Semua karya cerpen pemenang akan diterbitkan dalam satu buku, dengan menyertakan karya asli berupa tulisan tangan mereka,” ungkapnya. (tety)

Leave a Comment