JAKARTA (possore.id) — Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) merilis Naskah Sumber Arsip tentang makan sehat bergizi gratis, penanganan stunting, dan swasembada pangan.
Kegiatan bertajuk Ekspose Naskah Sumber Arsip Makan Bergizi Gratis dari Masa Hindia Belanda hingga Republik, Penanganan Stunting dan Kemandirian Pangan digelar Jumat 17 Januari 2025, di gedung ANRI Jakarta.
Naskah sumber ini disusun sebagai dukungan aktif ANRI terhadap Program Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo dan mendukung Program 100 Hari Kabinet Merah Putih.
Arsip yang digunakan dalam naskah sumber ini berasal dari khazanah arsip yang tersimpan di ANRI, dalam bentuk konvensional (kertas) maupun audio visual (foto).
Berdasarkan hasil penelusuran arsip, kebijakan pada zaman Hindia Belanda tentang gizi sekolah dalam bentuk pemberian makanan tambahan untuk siswa (bumiputera) dan siswa Indo Eropa.
Kebijakan itu mengacu pada kebijakan negara induk (Nederlands) tentang program gizi sekolah dan pakaian sekolah (school voeding en-kleding).
Kewenangan program gizi sekolah dalam bentuk makanan tambahan diberikan kepada pemerintah kota untuk tujuan meningkatkan peningkatan gizi dan kehadiran siswa di sekolah.
Pelaksanaan pemberian makanan tambahan terutama di Batavia dilakukan satu tahun kemudian setelah terbentuknya Komite Gizi di Batavia (Programma. De Preanger-bode, 24-01-1901) untuk tujuan yang sama.
Yaitu memenuhi kebutuhan nutrisi untuk perkembangan fisik dan kecerdasannya serta mencegah angka putus sekolah terutama di sekolah-sekolah bumiputera.
“Setelah Indonesia merdeka, program gizi sekolah dalam bentuk pemberian makanan di sekolah terus berlanjut,” kata Plt Kepala ANRI, Imam Gunadi.

Pada masa Presiden Sukarno pemerintah fokus pada bidang gizi dan memenuhi kebutuhan pangan untuk rakyat. Pemberian makanan tambahan dilakukan bersamaan dengan program perbaikan gizi rakyat.
Pada era Presiden Soeharto, kebijakan program pemberian makanan tambahan dilaksanakan setelah terbitnya Inpres 1/1997 tentang Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS).
Program ini ditujukan untuk siswa SD/MI Negeri dan swasta terutama di daerah Desa tertinggal untuk tercapainya tujuan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun.
Khazanah arsip tentang program makan sehat bergizi gratis, penanganan stunting, dan swasembada pangan yang tersimpan di ANRI tidak saja sebagai bahan bukti penyelenggaraan kehidupan berbangsa yang tercipta pada masa lampau.
“Tetapi juga memiliki makna lintas waktu, lintas peristiwa, dan lintas geografi. Arsip tersebut merekam informasi atas kesadaran dari pengalaman masa lampau,” ucap Imam Gunadi.
Arsip tersebut dapat dijadikan pembelajaran, referensi, sumber pengetahuan dan rujukan bagi masyarakat dan pemerintah pada Kabinet Merah Putih masa pemerintahan Presiden Prabowo.
Terutama dalam penyusunan kebijakan nasional terutama yang terkait dengan program pemberian makan sehat bergizi, penanganan permasalahan stunting, dan swasembada pangan.
Saat ini, ANRI telah mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk pengarsipan. Versi digital, kata Imam, menjadi solusi mengatasi masalah keterbatasan pencetakan buku.
Selain buku, ANRI juga menyediakan informasi kearsipan bersejarah itu dalam bentuk video yang dapat disaksikan oleh masyarakat di kanal YouTube ANRI.
