31/01/2026
Aktual

Direktur PP IPTEK: Kompetisi Roket Air Semakin Diminati Pelajar

JAKARTA (Pos Sore) — Kompetisi Roket Air yang diadakan Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dari tahun ke tahun semakin dikenal kalangan pelajar. Salah satu indikatornya adalah makin banyaknya jumlah pelajar yang mengikuti kompetisi roket air dari tahun ke tahun.

Direktur PP IPTEK Kemenristekdikti M Syachrial Annas menyatakan kegembiraannya dengan kegiatan sains tersebut. Tahun ini saja dari 28 science center yang ada di Indonesia, 13 science center menggelar kompetisi roket air. Dan, ini menjadi pertanda perkembangan yang baik.

Jika dalam satu science center diikuti antara 200 hingga 500 siswa, maka itu berarti jumlah pelajar yang mengikuti kompetisi roket air tingkat regional kurang lebih 5000-an pelajar. Dari jumlah tersebut, 10 terbaik masing-masing regional dikirim ke KRAN yang berlangsung di Jakarta.

“Ada yang mengirim lima siswa, ada yang 7 siswa. Maksimal satu regional 10 siswa. Jadi total KRAN 2019 diikuti 140 siswa yang merupakan hasil seleksi tingkat regional,” tambah Syachrial, yang ditemui di sela kegiatan Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN) 2019, Sabtu (28/9/2019), di PP IPTEK Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Menurut Syachrial, kompetisi roket air menjadi salah satu upaya mengenalkan dan mempublikasikan keberadaan wahana PP IPTEK yang berada di bawah kelola Kemenristekdikti. Wahana tersebut selama ini kurang dikenal masyarakat akibat keterbatasan publikasi maupun promosi.

Padahal PP IPTEK memiliki banyak sekali wahana iptek yang penting untuk menunjang proses belajar siswa. “Kami memiliki 25 wahana dengan 400 alat peraga interaktif seperti science cinema dan science show. Semua bisa dimanfaatkan oleh siswa,” jelas Syachrial.

Salah satu wahana terbaru yang bisa dinikmati di PP IPTEK adalah wahana mind map. Ini adalah sejenis alat berteknologi super canggih yang bisa digerakkan dengan alam pikiran manusia. “Jadi kayak sihir, kita bisa mengendalikan alat dengan alam pikiran kita. Dan ini sudah kita miliki,” tukas Syahrial.

Wahana lain yang baru saja diresmikan hasil kerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah wahana ozon. Pelajar atau pengunjung bisa belajar benda-benda apa yang bisa merusak lapisan ozon bumi.

“Sebentar lagi kita akan membangun taman buah yang dilengkapi dengan pohon charging bertenaga solar sell atau tenaga matahari,” paparnya.

Syachrial mengatakan, PP-IPTEK sebagai science center pertama di Indonesia dan salah satu wahana pembelajaran iptek bagi masyarakat khususnya generasi muda, memiliki peran strategis dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Itu sebabnya, promosi PP-IPTEK akan terus dimaksimalkan melalui berbagai kegiatan sehingga pelajar makin mengenal PP-IPTEK.

KRAN 2019 sendiri akan menyeleksi 6 siswa terbaik dari 140 peserta siswa untuk dikirim ke kompetisi serupa tingkat internasional yang akan diselenggarakan oleh Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) dalam kegiatan Asia Pasific Regional Space Agency Forum (APRSAF).

“Enam terbaik berkesempatan menjadi delegasi Indonesia dalam ajang International Water Rocket Competition di Jepang,” tambah Syachrial.

Indonesia pertama kali menyelenggarakan kompetisi roket air pada tahun 2006, sekaligus PP-IPTEK menjadi tuan rumah Kompetisi Roket Air Internasional (KRAI) dengan acara bertajuk 2ndWater Rocket Fun International bekerjasama dengan JAXA dan LAPAN. (tety)

Leave a Comment