25 C
New York
20/06/2024
Aktual

Diabetes Tipe II Meningkat Dramatis di Kalangan Anak dan Remaja

JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Prof DR Agung Pranoto, Sp PD KEMD, menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir kejadian diabetes tipe II telah meningkat secara dramatis di kalangan anak-anak dan remaja.

“Hal ini berkaitan erat dengan anak-anak yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas,” katanya dalam Media Briefing bertajuk ‘Cegah, Obati, Lawan Diabetes’, Kamis (17/11).

Kegiatan ini diadakan karena setiap tahunnya pada 14 November diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia, yang kali ini bertema ‘Eyes on Diabetes’. Tujuannya mempromosikan pentingnya upaya skrining untuk memastikan diagnosis awal dan inisiasi pengobatan diabetes tipe II.

Ia menjelaskan, umumnya diabetes tipe II pada anak-anak dan remaja disebabkan oleh pola diet tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik. Hal ini didukung dengan kemajuan teknologi serta tersedianya berbagai fasilitas yang menjadikan anak malas bergerak.

“Satu dari dua orang hidup dengan diabetes tipe II untuk waktu yang cukup lama dan sama sekali tidak menyadari kondisi kesehatannya tengah terganggu,” tandasnya.

Diabetes tipe II memiliki gejala yang begitu ringan, sehingga terabaikan oleh penderita, namun diam-diam merusak fungsi berbagai organ tubuh. Pada saat penyakit ini terdiagnosis, berbagai komplikasi serius kemungkinan sudah timbul seperti penyakit kardiovaskular, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi anggota tubuh bagian bawah.

Sementara itu, dr. Lily Sulistyowati, MM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, memaparkan, Data Sample Registration Survey (SRS) 2014 menunjukkan diabetes menjadi penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan persentase sebesar 6,7%, setelah stroke (21,1%), dan penyakit jantung koroner (12,9%).

Pada 2015, jumlah penyandang diabetes di Indonesia diestimasikan sebanyak 10 juta jiwa. Angka ini menempati peringkat ke tujuh di dunia setelah China, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia, dan Meksiko.

Data ini diperkuat dengan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, 2010, dan 2013 yang menyebutkan prevalensi orang dengan diabetes di Indonesia cenderung meningkat, yaitu 5,7% (2007) menjadi 6,9% (2013).

“Setidaknya 415 juta orang dewasa di dunia menderita diabetes pada 2015, sebagian besar kasus merupakan diabetes tipe II. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah hingga 642 juta atau sekitar 1 dari 10 orang dewasa mengidap diabetes pada 2040,” katanya.

Ia menegaskan, semakin cepat kasus diabetes tipe II terdeteksi, maka pengobatan dapat segera dilakukan sehingga dapat menghindari berbagai komplikasi yang membahayakan serta biaya perawatan yang mahal. (tety)

Leave a Comment