21.8 C
New York
17/06/2026
Jabodetabek

Dari Gowes Santai hingga Bersih-Bersih Sampah, Warga Jakarta Utara Rawat Lingkungan dengan Cara Sederhana

POSSORE.ID, Jakarta — Sabtu pagi kemarin (23/5) matahari belum terlalu tinggi ketika ratusan warga mulai berkumpul di halaman Kantor Walikota Jakarta Utara. Sebagian datang dengan sepeda, sebagian lainnya mengenakan kaus komunitas dan membawa semangat yang sama: menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

Kegiatan bertajuk “Utarakan Bersih Jakarta” yang digagas Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FORMAPEL) Jakarta Utara itu bukan sekadar agenda olahraga atau aksi seremonial semata. Ada pesan sederhana namun kuat yang ingin disampaikan—bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil dan dilakukan bersama.

Rombongan memulai perjalanan dengan sepeda santai menuju kawasan Sungai Bambu. Di bawah kolong tol yang sebelumnya dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah tidak resmi (liar), para peserta berhenti. Tanpa canggung mereka memunguti sampah, menyapu area sekitar, hingga membersihkan sudut-sudut yang selama ini jarang menyentuh.

Ketua FORMAPEL Jakarta Utara, Eko, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan masyarakat terhadap program kebersihan lingkungan sekaligus upaya menyosialisasikan pentingnya pemilahan sampah dari rumah tangga.

“Kami ingin mengajak masyarakat peduli lingkungan dimulai dari hal sederhana, yaitu memilah sampah dari rumah masing-masing. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antar komunitas dan warga,” ujarnya.

Sejumlah komunitas sepeda ikut terlibat dalam kegiatan itu, mulai dari Goal 45, Awes, Planet Gowes, KSL-JIS, Road Captain, hingga Hantu Laut. Kehadiran mereka membuat suasana semakin hangat dan penuh kebersamaan.

Di tengah kegiatan, Ketua Dewan Kota Jakarta Utara, Saeful Abu Gozala, juga menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, gerakan peduli lingkungan seperti ini perlu terus dijaga agar menjadi budaya bersama di tengah masyarakat.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan dan membawa manfaat, baik untuk kesehatan maupun lingkungan kita,” ujarnya.

Persoalan sampah memang masih menjadi tantangan besar di Jakarta. Oleh karena itu, menurut perwakilan Komunitas Sepeda Jakarta Utara dan KLS-JIS, Mulia S, kepedulian terhadap lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja.

Ia menilai kolaborasi masyarakat dan pemerintah menjadi kunci agar gerakan peduli lingkungan dapat berjalan berkelanjutan. Terlebih lagi, komunitas lansia yang tergabung dalam Perkumpulan Komunitas Lansia JIS selama ini juga aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial seperti bank sampah, Jumat Berkah, hingga aksi kebersihan lingkungan.

Namun bagian paling menarik justru terlihat saat rombongan tiba di kawasan Memuat Sampah Terpadu Sungai Bambu. Tempat yang tadinya sampah dipenuhi pembohong itu kini perlahan berubah wajah.

Lurah Sungai Bambu, Saiful Anwar, menjelaskan bahwa lokasi tersebut sedang ditata menjadi kawasan pengolahan sampah terpadu berbasis lingkungan. Kawasan tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemuatan sampah, tetapi juga dilengkapi penghijauan, taman, hingga alat pengolah sampah organik dan anorganik.

“Dulu tempat ini merupakan lokasi pembuangan sampah tidak resmi. Sekarang kami tata agar lebih bermanfaat dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Perubahan itu mungkin belum sepenuhnya selesai. Namun pagi itu, antara sapu lidi, sepeda, dan tangan-tangan warga yang bekerja bersama, terlihat satu hal yang mulai tumbuh: kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama.

Dan lewat slogan “Jakarta Utara Rumah Kita,” pesan itu terasa sederhana, dekat, sekaligus penting—rumah yang baik adalah rumah yang dijaga bersama. (aryodewo)

Leave a Comment