Capaian di bidang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SPK)
Pada 2024, Infrastruktur Mutu Indonesia, yang terdiri dari standardisasi, akreditasi dan metrologi, menduduki peringkat 27 dari 185 negara di dunia berdasarkan hasil penelitian Global Quality Infrastructure Index (GQII).
Kondisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara yang memiliki Infrastruktur Mutu Nasional paling unggul di ASEAN dan berada di peringkat ke-16 dari anggota G20. Pengembangan infrastruktur mutu nasional tidak bisa dilepaskan dari tugas BSN.
Dalam pengembangan SNI, BSN telah menetapkan 612 SNI baru dengan total sampai dengan tahun 2024 sejumlah 15.699 SNI. Dari jumlah tersebut, 321 SNI telah diregulasi (SNI Wajib) dengan 140 SNI diantaranya telah dinotifikasi ke WTO.
SNI yang telah ditetapkan oleh BSN pada 2024 di antaranya SNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional; program prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo yakni “Makan Bergizi Gratis”.
Seperti SNI 3141:2024 Susu mentah-sapi, SNI 9295:2024 Hidrolisat protein ikan, SNI 3820:2024 Sosis daging, SNI 3775:2024 Kornet daging, dan SNI 6683:2024 Naget Ayam; ekonomi sirkular; mendukung kegiatan pariwisata; Artificial intelligence/AI dan e-government; serta ketahanan energi dan hilirisasi mineral.
Dalam pengembangan standar di tingkat internasional, usulan Indonesia tentang Standar Sistem Peringatan Dini Gerakan Tanah disetujui dan ditetapkan menjadi standar internasional, ISO 22328-2:2024 berjudul Security and resilience — Emergency management — Part 2: Guidelines for the implementation of a community-based early warning system for landslides.
