Di sisi lain produk lokal Indonesia yang bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) dapat lebih mudah diterima di pasar Tiongkok.
Melalui langkah ini, BSN berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.
Selain itu, capaian tahun 2024 yang menjadi momen penting untuk mendukung perekonomian Indonesia, adalah keberhasilan 22 Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan BSN menembus pasar ekspor internasional berkat penerapan SNI.
Sebagai contoh, produk sambal ber-SNI yang berhasil menembus pasar Perancis, gula palma yang berhasil diekspor ke Kanada dan Arab Saudi, serta ketumbar yang diterima di Uni Emirat Arab (UEA).
Tercatat pada 2024, BSN membina 408 UMK role model penerap SNI dan sampai dengan tahun 2024 mencapai 1.993 UMK role model penerap SNI.
Melalui program SNI bina-UMK yang telah dimulai pada tahun 2022, sampai dengan Desember 2024, terdapat sekitar 975.603 produk pelaku usaha mikro dan kecil yang mendapatkan hak untuk menggunakan tanda SNI bina-UMK secara gratis.
UMKM tidak lagi hanya dianggap sebagai sektor ekonomi rakyat biasa, tetapi telah diakui sebagai pilar strategis dalam mewujudkan perekonomian nasional yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
“Standardisasi melalui penerapan SNI menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing, kualitas, dan mutu produk UMKM,” jelas Kukuh.
