Menurut Kukuh, standar dapat membantu industri mengatasi berbagai tantangan yang jika tidak diatasi akan menghasilkan hasil yang kurang optimal bagi pelaku bisnis, pembuat kebijakan, dan konsumen.
“Standar memiliki peran dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi bisnis dengan mengurangi biaya produksi, memperluas peluang pasar, dan meningkatkan efektivitas secara keseluruhan dalam memproduksi barang dan jasa,” ujar Kukuh.
Selain itu, standar memiliki peran yang saling terkait dengan faktor-faktor lain, seperti kemajuan teknologi dan inovasi. Karena itu, standar tidak hanya memiliki dampak langsung pada produktivitas tenaga kerja, tetapi juga terkait dengan mendorong faktor-faktor lain.
Dalam konteks penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), misalnya. Penerapan SNI banyak diakui manfaatnya bagi para penerap baik untuk internal perusahaan atau organisasi maupun peningkatan kepercayaan pelanggan.
Manfaat bagi perusahaan atau organisasi tersebut, tentunya akan memberikan dampak ekonomi secara nasional, juga terhadap penyerapan dan produktifitas tenaga kerja.
“Kami banyak menerima testimoni dari pelaku usaha setelah mereka menerapkan SNI,” ujar Kukuh. Dua perusahaan Penerima SNI Award Peringkat Platinum tahun 2023, PT Pertamina Lubricants dan Penerima SNI Award Peringkat Emas, PT Schneider Indonesia, contohnya.
Mereka, lanjut Kukuh, menyampaikan bahwa dengan menerapkan standar, secara tidak langsung akan meningkatkan brand value dan market share perusahaan.
