01/02/2026
Aktual

Bidar Indonesia, Game Baru Buatan Anak Negeri

Masyarakat modern sekarang ini semakin dimanjakan dengan kehadiran perangkat modern, semisal smartphone. Adanya aplikasi game di telepon pintar membuat kita bisa meluangkan waktu sejenak menghilangkan penat. Atau membuang waktu saat menunggu teman? Gadgetlah menjadi teman pelipur lara.

Nah, ada kabar menarik bagi pencinta game di ponsel pintar. Ada game baru yang mengusung tema budaya, seperti yang dihadirkan pada Bidar Indonesia buatan mahasiswa STMIK MDP, Palembang, Sumatera Selatan.

“Ini proyek pertama kita. Developer Kita ada enam. Ada tiga disiplin, programmer, desainer, dan musik,” kata Muflihuddin Ahmadi di Palembang, sebagai pihak yang mendesain permainan PC tersebut.

Game ini menantang pemain untuk memacu perahu bidar khas Sumatera Selatan yang mengarungi Sungai Musi untuk mencapai garis finis dengan catatan waktu tercepat. Racing game ini juga menghadirkan sistem koleksi koin yang dapat dipakai untuk upgrade perahu.

“Tahapan awal kita brain storming, sketsa-sketsa, lalu proses produksi, kita mulai modeling desain, modeling karakter, perahu, dayung, jembatan ampera, environment. Kita gunakan 3D studio max. Kita animasikan di 3D studio max,” tambahnya.

Game yang dikembangkan selama hampir tiga bulan ini diluncurkan oleh Gubernur Sumatera Selatan, Alex Nurdin. “Setelah dari 3D studio max, pindah ke software Unity 3D untuk memberi programnya, kontrol, misi, dan seterusnya,” paparnya.

Game ini rencananya akan hadir di platform Android, setelah prosesnya selesai. Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) sendiri meminta developer untuk terlebih dahulu menghadirkan game Bidar Indonesia di PC.

Dari kebutuhan spesifikasi, game yang dapat dimainkan di OS Windows 7/8 ini bisa dijalankan pada PC dengan RAM 1GB, Intel Core i3. “Kita tekankan kalau bisa PC yang support VGA Card Radeon atau Nvidia Geforce,” tambahnya.

Harapan ke depan, tim pengembang bisa difasilitasi dengan penyediaan studio pengembangan game yang lebih menunjang. “Yang kita harapkan support pemerintah, dalam hal ini balitbang di bawah Kemenristek,” tuturnya. (tety)

Leave a Comment