“Dengan meningkatnya partisipasi tersebut, manfaat zakat diharapkan dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh kelompok rentan, termasuk masyarakat terdampak bencana, selama bulan Ramadan,” ujarnya.
Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI H. Rulli Kurniawan, M.M., CMA., CFRM., menjelaskan, tema “Zakat Menguatkan Indonesia” dipilih sebagai respons atas berbagai musibah yang melanda Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Termasuk di Sumatera, Jawa Barat, maupun sejumlah wilayah lainnya.
Terdapat dua pesan utama yang ingin disampaikan BAZNAS melalui kegiatan ini. Pesan pertama adalah ajakan untuk menyambut Ramadan dengan penuh kegembiraan dan kesiapan lahir batin.
“Tarhib dimaknai sebagai pengingat awal agar masyarakat menyiapkan kondisi fisik, spiritual, serta kepedulian sosial, termasuk melalui perencanaan zakat, infak, dan sedekah,” ujar Rulli yang Ketua Panitia Ramadan BAZNAS RI 2026.
Pesan kedua, adalah ajakan kepada umat Islam dan masyarakat Indonesia untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai upaya bersama dalam menguatkan Indonesia.
“Hal ini penting mengingat tidak semua orang dapat menyambut Ramadan dalam kondisi bahagia dan berkecukupan,” ucapnya.
Terkait lokasi kegiatan, Rulli menjelaskan, pemilihan Terowongan Kendal, Sudirman, dinilai strategis karena merupakan ruang publik dengan tingkat mobilitas tinggi dan banyak diakses, khususnya oleh generasi muda.
“Kita ingin melibatkan anak muda sebanyak-banyaknya untuk menjadi sahabat-sahabat BAZNAS yang akan menyiarkan dan menyuarakan pesan ‘Zakat Menguatkan Indonesia’ ini secara lebih luas,” ujarnya.
Hadirnya berbagai layanan di Tarhib Ramadan ini menggambarkan bahwa BAZNAS memiliki beragam program pemberdayaan yang bertujuan untuk memperkuat Indonesia melalui zakat.
Melalui Tarhib Ramadan BAZNAS ini, Rulli berharap, zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya di bulan Ramadan 2026 dapat semakin dioptimalkan.
Terlebih ZIS sebagai instrumen penguatan solidaritas sosial dan upaya bersama untuk menguatkan Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang kurang beruntung.
“Karena itu, kami ingin zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS tidak hanya dimaknai sebagai upaya mensucikan harta, tetapi juga sebagai kontribusi nyata untuk menguatkan Indonesia,” tegasnya.
