4.6 C
New York
02/03/2024
Aktual

Banyak yang Roboh, BSN Gelar Workshop Standar Keselamatan Konstruksi

JAKARTA (Pos Sore) — Pembangunan infrastruktur saat ini dihentikan sementara (moratorium) menyusul banyaknya peristiwa robohnya berbagai proyek konstruksi. Evaluasi cepat terhadap berbagai kasus kecelakaan konstruksi menunjukkan diperlukan pemutakhiran standar-standar terkait konstruksi, dan kemudian memastikan penerapannya di lapangan.

Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya, mengatakan, saat ini, standar produk/barang sudah banyak dikembangkan. Namun, untuk standar layanan, personal, proses, dan sistem industri konstruksi masih belum kontekstual dengan perkembangan di sektor konstruksi, seperti lean construction, green construction, constructability, dan project development partners.

Dikatakan, dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi sudah jelas mengamanatkan pemenuhan standar keamanan, keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan. Standar yang dimaksud mencakup di antaranya standar mutu bahan, standar mutu peralatan, standar keselamatan dan kesehatan kerja, dan standar prosedur pelaksanaan jasa konstruksi.  Itu artinya, pengerjaan proyek infrastruktur tidak boleh mengejar batas tenggat semata.

“Namun, karena ini menyangkut orang banyak, termasuk pekerja yang melaksanakan pekerjaan, faktor K3 tidak boleh diabaikan. Termasuk memastikan seluruh bahan yang digunakan dan rancang desain telah memenuhi persyaratan dalam standar,” katanya, di Jakarta, kemarin.

Untuk itu, menurutnya, kementerian dan lembaga terkait perlu bersinergi untuk perangkat infrastruktur penjamin mutu yang bisa memastikan proyek dikerjakan dengan aman dan hasilnya pun aman.

Standardisasi dan penilaian kesesuaian sebagai komponen utama dalam penjaminan mutu nasional dipandang penting sebagai garda terdepan dalam menjamin keselamatan pekerjaan konstruksi di Indonesia.

Bambang menyatakan BSN siap bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melakukan kajian terhadap proyek infrastruktur pemerintah. BSN dan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR pun akan mengadakan workshop bertemakan Standar Keselamatan Konstruksi, Kamis (1/3), di hotel Millenium, Jakarta.

“Saya berharap, workshop ini dapat menghasilkan rencana aksi implementatif untuk memutakhirkan kebijakan standardisasi barang, personal, proses, layanan, dan sistem industri konstruksi,” ujar Bambang. (tety)

Leave a Comment