Arsip Ratna Sari Dewi yang disimpan ANRI merupakan arsip digital hasil alih media surat-surat Presiden Sukarno kepada Dewi. Arsip asli masih disimpan oleh Dewi di rumahnya di Jepang.
Surat-surat yang ditulis oleh Presiden Sukarno dalam bahasa Inggris ini terdiri atas 2 surat tanpa tanggal dan 9 surat bulan Oktober 1965.
Secara umum, arsip Ratna Sari Dewi merupakan surat pribadi Presiden Sukarno kepada Dewi. Namun, arsip ini menyinggung tentang keadaan politik dan keamanan setelah peristiwa 30 September 1965.
Seperti kondisi Presiden Sukarno setelah Peristiwa Revolusi Militer dan Konflik Internal Dalam Militer.
Dalam kondisi yang tidak menentu, Presiden Sukarno juga meminta istrinya untuk tidak berbicara dengan wartawan serta menjelaskan kesibukan dirinya guna menangani situasi keamanan saat itu.
Arsip Ratna Sari Dewi memperkaya khazanah ANRI untuk mengetahui kondisi yang terjadi usai Gerakan 30 September 1965 dari sudut pandang Sukarno sebagai seorang presiden dan seorang suami.
Imam berharap dengan dirilisnya naskah sumber arsip PKI di ANRI, NARA, dan Ratna Dewi Sukarno, masyarakat dapat mengetahui informasi PKI langsung dari informasi yang terekam dalam khazanah arsip yang disimpan di ANRI, NARA, mapuan milik Ratna Sari Dewi Soekarno.
