Menurutnya, Indonesia masih dalam proses menjadi bangsa yang sepenuhnya merdeka. Peringatan Bung Karno tentang pentingnya “investasi mental”, maka perlu agenda pembangunan manusia merdeka sebagai proyek peradaban.
Ini mencakup pembebasan pikiran, tata kelola yang memberdayakan warga negara, dan kesejahteraan yang menjamin kemandirian ekonomi, spiritual, dan sosial.
Aliansi Kebangsaan mengusulkan beberapa langkah untuk mengatasi persoalan tersebut.
Pertama, revolusi mental untuk menghapus mentalitas inlander, menumbuhkan keberanian berpikir kritis dan membangun etos berdikari.
Kedua, demokrasi substantif, untuk mewujudkan demokrasi yang membebaskan, bukan prosedural, mengurangi dominasi modal dalam politik dan memperkuat partisipasi rakyat.
Ketiga, membangun ekonomi berdikari yakni penguatan industri nasional, kedaulatan pangan & energi serta pengelolaan SDA untuk rakyat.
Keempat, persatuan nasional guna mengatasi polarisasi, membangun ruang publik yang sehat dan persatuan sebagai syarat melawan penjajahan internal.
Kesimpulannya, Pontjo menekankan bahwa penjajahan internal menjadi tantangan utama Indonesia hari ini.
Melalui kerangka analitis yang relevan pemikiran Bung Karno maka revolusi Indonesia harus dilanjutkan dalam bentuk keadilan sosial, kedaulatan ekonomi, pembebasan mental dan demokrasi yang memerdekakan.
Diskusi ini menghadirkan tokoh Aliansi Kebangsaan seperti Yudi Latif, Achmad Zacky, Siraj, kalangan akademisi, dan kalangan cendiakawan.
