14.9 C
New York
24/04/2026
AktualEkonomi

Menkop UKM Bangga dengan Kopwan SU ‘Setia Budi Wanita’

JAKARTA (Pos Sore) — Keberadaan Koperasi Wanita Serba Usaha ‘Setia Budi Wanita’ (Kopwan SU SBW) Jawa Timur ternyata mengejutkan Menteri Koperasi dan UKM, Puspayoga. Sejak berdiri pada 1954 hingga sekarang, Kopwan SBW‎ sudah memiliki 9800 anggota dengan aset mencapai Rp100 miliar.

“Ini satu bukti konkrit kelompok wanita mampu membesarkan koperasi. Ini luar biasa,” tandasnya bangga saat meresmikan gedung Graha Pradjna Paramitha milik Kopwan SBW di Kota Malang, Selasa (21/4).

Dan, ia pun semakin bangga ternyata pembangunan gedung yang menelan biaya sebesar Rp11 miliar itu hasil urunan semua anggota‎ koperasi SBW. Keberhasilan ini harus bisa dijadikan contoh oleh koperasi-koperasi lain di seluruh Indonesia, katanya.

Dengan jumlah anggota yang mencapai 9800 orang yang semuanya wanita, jelas, tidak bisa dipandang sebelah mata. Bila dikalikan dengan keluarganya, maka kesuksesan Kopwan SBW ‎bisa dinikmati puluhan ribu orang.

“Kalau PT untung, itu hanya dinikmati oleh segelintir pemegang saham saja. Itu yang membedakan dengan koperasi,” jelasnya.

Karena itu, dalam pertumbuhan ekonomi nasional‎, koperasi dan UMKM harus diberi porsi dan peran yang besar agar kesenjangan ekonomi masyarakat semakin mengecil.

“Tidak ada artinya pertumbuhan ekonomi tinggi bila masih besar kesenjangan pendapatan di tengah masyarakat. Sesuai amanat UUD juga disebutkan bahwa koperasi itu tulang punggung perekonomian nasional,” tambahnya.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kemenkop UKM, Braman Setyo, menambahkan, non performing loan (NPL) Kopwan SBW tercatat selalu nol persen. Itu terjadi karena operasi tersebut dalam menyalurkan pinjaman ke anggotanya menerapkan sistem tanggung renteng.

“Satu kelompok anggota peminjam maksimal 15 orang. Artinya, ketika ada satu atau dua orang yang macet, maka teman satu kelompok lainnya yang akan ikut menanggungnya. Saya pikir, di seluruh Indonesia harus bisa seperti itu,” papar Braman.

‎Dalam kesempatan yang sama, Puspayoga juga memberikan sertifikat hak cipta kepada para perajin produk UKM yang ada di Kota Malang dan Jawa Timur.

“Dengan adanya kebijakan pemerintah yang mempermudah dan menggratiskan pengurusan hak cipta bagi produk UKM, maka jangan takut lagi produknya dijiplak oleh pihak lain karena sudah aman,” tegas menkop.

Sementara itu, Ketua Umum Kopwan SU SBW, Sri Untari Bisowarno, mengungkapkan, sejak 2015 ini, koperasi yang dikomandoinya itu mulai memasuki bisnis ritel moderen dengan membuka minimarket (SBW Mart).

“Tujuannya, untuk menguatkan posisi koperasi sebagai kekuatan ritel baru di kancah ritel nasional,” kata Sri Utami.

Sri Utami menambahkan, Kopwan SBW juga merupakan wadah pemberdayaan ekonomi dan sosial budaya melalui sistem tanggung renteng untuk mengangkat derajat dan kesejahteraan anggota secara profesional.

“Perempuan Indonesia harus mampu mandiri, berkualitas, dan berintegritas”, tandas dia.

Sri Utami mengakui kesuksesan Kopwan SBW itu proses panjang sejak berdirinya hingga sekarang. Sebenarnya, Kopwan ini resmi lahir pada Desember 1977. Namun, cikal bakalnya sudah dirintis sejak tahun 1954.

“Pada 2011, koperasi kami masuk dalam daftar 100 koperasi besar di Indonesia,” katanya bangga. (tety)

Leave a Comment