JAKARTA (Pos Sore) – Jumlah wirausaha Indonesia masih sedikit. Bank Indonesia pada 2014 mencatat angkanya baru mencapai 1,65% dari jumlah penduduk. Jika dibandingkan dengan populasi wirausaha di negara Malaysia, Thailand, dan Singapura yang sudah mencapai di atas 4%, jelas terlihat sangat kecil.
Persoalan tak hanya berdiri di situ saja. The G20 Entrepreneurship & Development Index 2014 mencatat kesehatan ekosistem kewirausahaan Indonesia menempati peringkat ke-68 dari 121 negara. Berdasarkan laporan itu pula, Indonesia termasuk dalam kuartil keempat, yaitu kelompok negara yang memiliki rangking terendah dalam ekosistem kewirausahaan.
Melihat situasi seperti itu, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPMI) pun didirikan. Inggrid Kansil, Ketua Umum organisasi itu, mengatakan, IPMI memiliki kedudukan dan fungsi strategis. Terutama untuk membantu pengembangan usaha-usaha para muslimah, sehingga dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.
“Keberadaan IPMI diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui penguatan ekonomi para pengusaha muslimah,” katan mantan anggota DPR RI itu di sela Muktamar ke-1 IPMI bertemakan ‘Ekonomi Muslimah Kuat, Indonesia Hebat’, di TMII, Jakarta, Selasa (21/4).
Dalam kesempatan ini juga diberikan penghargaan Top Eksekutif Muslimah 2015 kepada 18 tokoh wanita yang dinilai berjasa memberikan kontribusi pada pembangunan bangsa. Acara muktamar kian meriah dengan adanya Hijab Fashion Show karya Shafira, Dian Pelangi, dan Zaskia Sungkar, yang diperagakan oleh 10 Finalis Putri Indonesia 2015.
Ingrid Kansil menambahkan, organisasi yang dipimpinnya ini terbuka untuk kaum muslimah. Bukan saja mereka yang sudah menjadi pengusaha, tetapi juga muslimah yang akan memulai menjadi wirausaha.
“Di sini, kami juga memberikan pelatihan-pelatihan bagaimana memulai berwirausaha meski minim modal uang, Kami mendorong muslimah Indonesia menjadi pengusaha,” kata politisi Demokrat ini.
Menurutnya, jangan takut untuk memulai berusaha meski tidak memiliki modal uang. Mindset seperti ini harus diubah karena dapat mematikan kepercayaan diri untuk berusaha.
“Jika kita memiliki jejaring, masalah ini akan dapat teratasi. Karenanya, jangan patah semangat untuk memulai berwirausaha walaupun tak punya uang. Yang penting memiliki percaya diri, serta kreatif dan inovatif,” katanya.
Untuk membantu para muslimah yang ingin menjadi wirausaha, IPMI memiliki beberapa program dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi anggotanya. Dalam kesempatan muktamar itu, IPMI pun meluncurkan 1000 Warung Muslimah sebagai langkah awal dari rencana membangun sejuta Warung Muslimah.
“Warung Muslimah ini adalah bisa warung depan rumah atau garasi, bisa juga toko atau mini market yang menjual produk-produk kebutuhan keluarga dan produk-produk anggota IPMI. Didirikan untuk memberikan kesempatan usaha kepada anggota IPMI sekaligus menambah jaringan pemasaran produk-produk yang dihasilkan anggota IPMI,” papar istri Syarif Hasan, anggota Komisi I DPR, yang juga mantan Menteri Koperasi dan UKM.
Selain itu, juga akan didirikan 1000 Salon Muslimah di daerah-daerah yang memang kini banyak diminati masyarakat muslimah. Ini tak lepas dari kontribusi Mustika Ratu yang produk kosmetik dan jamunya, akan banyak dipasarkan melalui jaringan Warung Muslimah. Untuk mendukung hal ini, Mustika Ratu juga akan memberikan pelatihan-pelatihan perawatan kecantikan, spa, dan fashion kepada anggota-anggota IPMI. (tety)

