JAKARTA (Pos Sore) – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mengkhawatirkan maraknya prostitusi online yang sudah dalam kategori mencemaskan ini. Menurut organisasi itu, pemerintah dan masyarakat telah lalai mengantisipasi dampak negatif penggunaan teknologi informasi hingga protitusi online bisa marak di Indonesia.
Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo, menegaskan, pentingya keseriusan pemerintah untuk memberantas maraknya prostitusi online yang melibatkan remaja putri. Selain mewujudkan pendidikan karakter di sekolah, peran keluarga dan komunitas juga harus ditingkatkan untuk mencegah dekadensi moral di kalangan remaja.
“Terjunnya remaja putri ke dunia prostitusi memang sangat terkait dengan tuntutan ekonomi dan terbatasnya kesempatan pendidikan dan lapangan kerja. Namun, bukan hanya itu. Sebab lain adalah gaya hidup glamour dan perilaku hedonis yang melanda kaum muda saat ini,” katanya.
Giwo menegaskan hal itu di sela syukuran ulang tahun ke-88 mantan Ketua Umum Kowani (1978-1988) dan mantan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita (1988), Ny. Sulasikin Moerpratomo, seorang tokoh perempuan yang gigih memperjuangkan pendidikan kaum perempuan, di Jakarta, Senin (20/4).
Kowani yang beranggotakan 86 organisasi perempuan nasional itu menyatakan siap bergerak mendukung pemerintah mencegah dan memberantas problem-problem sosial seperti prostitusi, penggunaan miras dan narkoba di kalangan remaja.
“Kowani yakin peran aktif kaum ibu dan perempuan sangat diperlukan karena pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri mengatasi maraknya protitusi online ini,” ujarnya.
Menurutnya, selain meningkatkan keharmonisan keluarga dan perhatian kepada para remaja, kaum perempuan juga harus meningkatkan kepedulian sosialnya. Sifat permisif dan ketidakpedulian pada lingkungan yang menyebabkan lemahnya kontrol sosial, juga harus dikikis.
“Kowani siap menggalakkan kembali peran pendidikan keluarga untuk membangun karakter generasi mendatang,” tambahnya.
Terkait dengan kebijakan pemerintah DKI Jakarta untuk menghidupkan kembali lokalisasi, Kowani berharap pemerintah pusan dan daerah mempersiapkan dengan matang langkah-langkah utuk mencegah dan memberantas prostitusi. Baik melalui penutupan ataupun pembukaan lokalisasi serta mengantisipasi segala akibat yang ditimbulkannya.
“Kami menginginkan Jakarta, bahkan Indonesia bebas prostitusi. Tapi jika hal itu betul-betul tidak dapat dihindari, setidakya pemerintah haruas mampu mengontrol dan mengawasi,” tegasnya. (tety)
