14.9 C
New York
24/04/2026
AktualEkonomi

Pemberdayaan PKL, Kemenkop UKM Terapkan Metode C-BED

JAKARTA (Pos Sore) — Jumlah pelaku usaha sektor informal, Pedagang Kaki Lima (PKL) sangat besar di Indonesia. Sayangnya, pelaku ekonomi ini kerap dipandang sebelah mata dan menimbulkan polemik dalam penataan kota.

Agar PKL ini lebih berdaya, Kementerian Koperasi dan UKM menggulirkan program pemberdayaan PKL. Sebenarnya pada 2011-2014, Deputi bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK Kemenkop UKM, telah melakukan rintisan model pengembangan PKL yang berlokasi di Bogor.

“Tujuannya, mewujudkan model penataan dan pengembangan PKL melalui koperasi yang menyajikan pangan aman dan bergizi,” kata Deputi bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi Sembiring, di Jakarta, kemarin.

Model pemberdayaan PKL ini akan menerapkan modul-modul yang dikembangkan Organisasi Buruh Dunia (ILO). Dengan menggunakan metoda kewirausahaan berbasis komunitas atau Communitu-Based Enterprise Development (C-BED).

“Kami berencana melaksanakan Rintisan Bimbingan Teknis Pengembangan PKL dengan menggunakan modul-modul C-BED yang relevan dalam pengembangan PKL yang telah dibina tersebut,” tambahnya.

Modul pelatihan terbagi dalam 2 kategori. Yaitu, modul PKL untuk penjaja makanan, dan Modul PKL untuk pedagang kecil seperti penjual rokok, permen, snack, dengan peserta pelatihan sebanyak 130 peserta.

Pelatihan ini terdiri dari 80 peserta dari penjaja makanan dan pedagang kecil, 32 orang dari pengurus atau pengawas koperasi, serta 18 orang pegawai dinas yang membidangi Koperasi dan UKM, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pasar di Kota Bogor yang nantinya akan menjadi Training of Trainers (ToT).

“Melalui Rintisan Bimbingan Teknis Pengembangan PKL dengan metode C-BED ini, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas komunitas PKL dalam mengembangkan bisnis mereka. Diharapkan pula, kepemimpinan PKL akan meningkat dan berdampak pada penguatan komunitas usaha dan lingkungan sekitar,” tegasnya. (tety)

Leave a Comment