12.6 C
New York
07/05/2026
AktualGaya Hidup

Politeknik Negeri Media Kreatif Gelar ‘Movest 2015 Fashion Days’

JAKARTA (Pos Sore) – Saat ini, perkembangan mode sebagai salah satu industri kreatif begitu pesat. Karenanya, harus dibarengi dengan peningkatan dayasaing sumberdaya manusianya yang sangat mempengaruhi selera industri fashion. SDM yang berdayasaing mampu membaca trend dan kebutuhan masyarakat akan mode.

Menyadari hal ini, Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) pun menggelar Movest 2015 Fashion Days pada 15-17 April 2015 di kampus Polimedia Jagakarsa, Jakarta. Sebanyak 10 perguruan tinggi se-Jabodetabek dan 10 SMA/SMK ikut meramaikan festival desain mode bertema ‘Meningkatkan Kreatifitas dan Mengembangkan Industri Mode’.

“Digelarnya festival ini seiring pertumbuhan industri kreatif yang semakin tren. Kalau sumberdaya manusianya tidak memiliki dayasaing, bagaimana bisa memenuhi keinginan industri mode. Karenanya, perlu membangun jaringan kerjasama dengan industri dan perguruan tinggi,” kata Wakil Direktur Bidang Kerjasama Polimedia, Dr. Misbah Fikrianto, MM, di Jakarta, Jumat (10/4).

Menurutnya, industri kreatif kini menjadi lokomotif di Indonesia seiring dengan dibentuknya Badan Ekonomi Kreatif (BEK). Sayangnya meski sedemikian penting dan strategis industri ini, ternyata belum banyak orang yang tertarik untuk menekuni dan belajar industri desain mode. Kebanyakan mereka yang terjun dalam industri fashion atau mode belajar secara otodidak. Belum disiapkan secara khusus melalui pendidikan formal.

“Akibat belajar secara otodidak, kebutuhan akan tenaga kerja di bidang industri ini menjadi sulit dipenuhi. Pada sejumlah perusahaan baik itu skala besar maupun skala rumah tangga, sangat kesulitan mendapatkan tenaga terampil di bidang mode maupun fashion. Kalau belajar khusus di perguruan tinggi, tidak hanya sekedar mempelajari pola, tetapi juga bagaimana teknik pembuatan suatu fashion,” teranganya.

Jika ingin industri ini berkembang pesat, pemerintah perlu memperbanyak pendidikan formal utamanya level perguruan tinggi untuk membuka program studi yang berkaitan dengan industri kreatif. Dengan membuka lebih banyak program studi yang berkaitan dengan industri appareal, tentu industri ini akan berkembang pesat.

“Saat ini perguruan tinggi yang membuka program studi yang berkaitan dengan industri kreatif masih sedikit sekali. Di politeknik negeri saja baru ada di Polimedia. Sedikitnya program studi ini karena dulu trennya bukan industry kreatif. Seiring perkembangan tren seharusnya pemerintah mendorong perguruan tinggi untuk membuka program studi industri kreatif karena lulusannya justeru menjadi rebutan pasar tenaga kerja,” kata Misbah.

Menurutnya, industri kreatif termasuk di dalamnya industri appareal (sandang) berperan penting dalam peningkatan PDB mencapai 7,4 persen. Dan angka tersebut ditargetkan akan meningkat hingga dua kali lipatnya pada 2019 seiring dibentuknya Badan Ekonomi Kreatif. Ini menunjukkan potensi industri appareal ke depan benar-benar sangat prospektif.

Ketua Program Studi Desain Mode Polimedia, Pinky, menambahkan, pihaknya berupaya menggandeng para pelaku industri appareal untuk memperkaya wawasan dan pemikiran para mahasiswa. Karena para akademisi kadangkala kurang meng-update perkembangan terkini dari industri appareal.

“Ajang Movest 2015 Fashion Days ini akan menjadi wadah bertemunya para pebisnis industri appareal, para entrepreneur muda, masyarakat umum dan akademisi untuk memperoleh informasi terkini atas teknologi yang efisien dan berkualitas yang nantinya akan mendukung bisnis atau pasar ekspor,” jelas Punky.

Movest 2015 terdiri atas beberapa kegiatan mulai dari lomba desain, seminar, fashion show hingga bazaar. Sejumlah pengusaha muda akan hadir dan berbagi pengalaman dalam ajang yang terbuka untuk umum tersebut. Bagi peserta festival terbaik dan karya mode terbaik akan mendapatkan award berupa uang senilai jutaan rupiah. (tety)

Leave a Comment