JAKARTA (Pos Sore) — Malam Anugerah Kepemimpinan Perempuan Indonesia bakal dihelat Program Studi Kajian Gender dan Pusat Riset Gender Universitas Indonesia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) serta Standard Chatered Bank Indonesia pada Selasa (31/3), di hotel JW Marriot.
Ada 8 pemimpin perempuan yang menjadi kandidat penerima anugerah itu untuk pemerintah, korporasi, SME/Koperasi, dan LSM. Ke-8 pemimpin perempuan ini telah melewati proses seleksi, penjurian, dan penelitian secara independen yang dilakukan pada 2014
Wakil Dekan bidang Pendidikan, Penelitian dan Kemahasiswaan Sekolah Pascasarjana Multidisplin Universitas Indonesia, Dr. E. Kristi Poerwandari, mengatakan, penganugerahan ini dilatarbelakangi peran perempuan dalam aktivitas ekonomi untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat.
“Selain itu, perempuan juga berkontribusi dalam upaya penurunan angka kemiskinan dan menjamin pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” katanya, di Jakarta, Senin (30/3).
Dirinya berpendapat, perempuan harus berperan aktif dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga serta masyarakat. Berdasarkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) data survei angkatan kerja nasional pada 2012 disebutkan TPAK perempuan di perkotaan sebesar 48,67 persen, sedangkan di pedesaan yaitu sebesar 54,13%.
Sementara perbandingan antara TPAK perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki, yaitu 51,39% dan 84,42%,” kata Kristi yang sebelumnya menjabat Pusat Studi Kajian Gender dan Pusat Riset Gender Universitas Indonesia ini.
Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada 2013 menunjukkan Indonesia memiliki lebih dari 55,2 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM). Sebagian besar UKM tersebut industri rumahan dengan kontributor utamanya perempuan, baik sebagai pemilik maupun pekerja.
“Keterlibatan peran perempuan di semua bidang pembangunan itu penting karena baik perempuan maupun laki-laki mewakili kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses, kontrol, partisipasi, dan manfaat dari pembangunan,” kata DR Sulikanti Agusni, M.Sc, Deputi Bidang Pengarustamaan Gender (PUG) Bidang Ekonomi KPPPA.
Namun, yang menjadi permasalahan, kita belum melakukan revolusi mental secara serius untuk mengubah pola pikir yang masih didominasi budaya patriarki. Karenanya, ia berharap dengan adanya Anugerah Kepemimpinan Perempuan Indonesia, dapat ikut mendorong perubahan pola pikir masyarakat.
Chief Executive Officer Standar Chartered Bank Indonesia Shee Tse Koon, menambahkan, selama ini Standard Chartered Bank Indonesia senantiasa memberikan dukungan terhadap pemberdayaan peran perempuan sebagai sosok penggerak ekonomi berkelanjutan. Di antaranya, dengan memberikan pelatihan keuangan kepada para perempuan melalui program Vision Entrepreneurship sejak 1981.
“Selain itu, juga dengan program pembiayaan mikro kepada beberapa Koperasi Wanita di beberapa daerah di Indonesia yang disalurkan melalui institusi keuangan lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan pihaknya dalam Anugerah Kepemimpinan Perempuan Indonesia sejalan dengan komitmen Standard Chartered Bank Indonesia serta nilai-nilai keragaman dan inklusi.
Pihaknya juga memberikan kesempatan bagi para karyawan perempuan untuk memiliki kesempatan yang sama dalam berkontribusi terhadap bisnis. Selain itu, memberikan wadah bagi mereka untuk berkembang melalui pelatihan dan pendidikan serta kesempatan bekerja di luar negeri.
“Kami percaya, kontribusi perempuan di bidang ekonomi yang berkelanjutan dapat dioptimalkan melalui dukungan dari semua pihak, masyarakat, swasta, akademis, dan pemerintah,” katanya lagi. (tety)
