JAKARTA (Pos Sore) — Pencapaian indikator Millenium Development Goals untuk pengendalian Tuberculosis (Tb) di Indonesia dinilai cukup memuaskan sejak tahun 2010. Dibuktikan dengan keberhasilan Indonesia yang menurunkan insidens, prevalensi, dan angka kematian akibat Tb.
Insidens TB berhasil diturunkan sebesar 45%, yaitu 343/100.000 penduduk pada 1990 menjadi 189/100.000 penduduk pada 2010. Prevalensi TB juga turun sebanyak 35% yaitu 443/100.000 penduduk pada 1990 menjadi 289/100.000 penduduk pada 2010. Sedangkan angka kematian TB berhasil turun sebesar 71% yaitu 92/100.000 penduduk pada 1990 menjadi 27/100.000 penduduk pada 2010.
“Namun, sasaran yang harus dicapai saat ini yakni menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat TB menjadi setengahnya di tahun ini dibandingkan pada 1990,” kata Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, saat membuka Simposium Nasional Hari TB Sedunia 2015 bertema ‘Temukan & Obati Penyakit Tuberkulosis: Indonesia Sehat, Indonesia Hebat’, di Jakarta, Sabtu (28/3).
Menkes pun berharap para stakeholder tatalaksana TB di seluruh Indonesia benar-benar dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan terlatih. Ini untuk menghindarkan berbagai dampak negatif, seperti resistensi obat TB yang berakibat terjadinya TB MDR.
“Karenanya, pemahaman masyarakat tentang pentingnya mendapatkan pengobatan TB dari fasilitas pelayanan kesehatan yang kompeten harus ditingkatkan,” tambahnya.
Ia menambahkan, dalam pengendalian TB pemerintah berupaya memasukkan pelayanan tatalaksana TB di rumah sakit sebagai salah syarat akreditasi. Bekerjasama dengan PB Ikatan Dokter Indonesia melakukan sertifikasi Tb untuk Dokter Praktek Mandiri melalui pelatihan agar mampu melaksanakan Tb sesuai standar.
Selain itu, bekerjasama dengan lintas sektor terkait, termasuk Kementerian Pertahanan dengan memperluas cakupan pelayanan Tb yang berkualitas di Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan.
Hari TB Sedunia sendiri diperingati setiap 24 Maret, yaitu tanggal ditemukannya Mycobacterium tuberculosis oleh Robert Koch pada 1882. Tahun ini tema Hari TB Sedunia di tingka global adalah ‘Reach three million, a TB test, treatment and cure for all’, dan di tingkat nasional bertema ‘Bebas TB, Indonesia Sehat dan Hebat’.
“Meski sudah ratusan tahun, tetapi masalah TB belum juga tertuntaskan. Karenanya, dukungan berbagai pihak sangat penting agar dapat mewujudkan Indonesia bebas TB tahun 2050. Perlu teknologi serta solidaritas nasional dan global,” tandasnya.
Menkes menilai, tema tingkat global penting untuk menjangkau, memeriksa, dan mengobati sekitar 3 juta penderita TB yang belum terjangkau program TB di seluruh dunia. Sementara itu, tema nasional menyampaikan pesan yang sama, yaitu membebaskan Indonesia dari TB dengan menemukan dan mengobati seluruh penderita TB di tanah air.
“Tema global dan tema nasional ini sangat relevan dengan visi, misi dan 9 program atau Nawa Cita Pemerintah yaitu mengamanatkan negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga,” ujarnya.
Menkes bermimpi, suatu saat ada vaksin TB untuk orang dewasa. Sementara vaksin BCG yang diperuntukkan bagi anak-anak, bisa melindungi anak-anak dari serangan penyakit TB. Karenanya, kita tidak boleh berputus asa. (tety)
