13.9 C
New York
04/05/2026
Aktual

Program Nusantara Sehat Dapat Dukungan Kepala Daerah Terpencil

JAKARTA (Pos Sore) — Program Nusantara Sehat yang diluncurkan Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek mendapatkan dukungan 48 Bupati/Walikota dari 15 Provinsi daerah perbatasan dan bermasalah kesehatan. Ini dibuktikan dengan ditandatanganinya Komitmen Mendukung Program NS oleh para kepala daerah yang disaksikan Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek.

Penandatangan komitmen ini dilakukan di sela kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) Bina Upaya Kesehatan Dasar (BUKD), di Jakarta, Rabu (25/3).

Dukungan yang diharapkan menkes dari para Bupati/Walikota ini tidak muluk-muluk. Pertama, menjamin keselamayan dan keamanan tenaga kesehatan penugasan khusus berbasis tim.

Kedua, menyediakan sarana, prasarana, dan fasilitas tempat tinggal layak untuk menunjang pelaksanaan tugas. Ketiga, menerbitkan Surat Ijin Praktik (SIP) untuk tenaga kesehatan penugasan khusus berbasis tim dalam mendukung program NS sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Program NS sendiri salah satu solusi dalam upaya pembangunan kesehatan yang menjadi prioritas kunci Kemenkes selama 5 tahun ke depan. Program penguatan pelayanan kesehatan primer yang fokus pada upaya promotif, preventif, dengan berbasis pada tim.

“Intervensi berbasis tim pada fasilitas layanan kesehatan ini merupakan suatu terobosan karena tim-tim ditempatkan langsung di wilayah-wilayah terpencil. Suatu sistem kegiatan bisnis akan akan dikembangkan di puskesmas terpencil tersebut,” jelas menkes.

Tujuan utama program NS ini mewujudkan layanan kesehatan primer yang dapat dijangkau oleh setiap anggota masyarakat. Terutama oleh mereka yang berada di wilayah-wilayah terpencil di berbagai pelosok Nusantara.

“Tim Nusantara Sehat ini para tenaga profesional kesehatan dengan latar belakang medis, seperti dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian di bawah usia 30 tahun,” tambahnya.

Besaran gaji/intensif bagi tenaga kesehatan penugasan khusus berbasis tim adalah Rp7.850.000 untuk dokter umum dan dokter gigi.

Sedangkan untuk bidan/perawat/tenaga kesehatan lingkungan/tenaga gizi/ahli teknologi laboratorium medik/tenaga kefarmasian/tenaga kesehatan masyarakat sebesar Rp4.400.000.

Besaran gaji ini ditetapkan oleh Menteri Kesehatan atas persetujuan Menteri Keuangan.

Tim pertama NS akan mulai bertugas pada 29 April 2015 untuk 2 tahun ke depan. Proses perekrutan telah dilakukan secara online dan direct assesment dengan melalui beberapa tahapan proses seleksi.

Bagi peserta yang lulus seleksi akan diberi pelatihan dan pembekalan oleh Pusdiklat Aparatur Kemenkes bekerjasama dengan Armabar, Fakultas Kedokteran UI dan RSCM, serta Puskesmas.

“Pada tahun ini, program NS direncanakan di puskesmas kecamatan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga baik darat dan laut di 48 kabupaten/kota pada 15 provinsi, yaitu Aceh, Sumut, Riau, Kepri, Bengkulu, NTT, Kalbar, Kaltim, Kaltara, Sulut, Sulteng, Maluku Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat,” sebutnya. (tety)

Leave a Comment