13.9 C
New York
04/05/2026
Aktual

Temukan Bunavest Spinal, Laporkan ke BPOM

JAKARTA (Pos Sore) — Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat melapor kepada lembaga tersebut jika ditemukan obat injeksi buvanes spinal produksi PT Kalbe Farma yang masih beredar di pasaran.

“BPOM sudah menarik ijin edar obat itu sejak kasus kematian 2 pasien di RS Siloam akibat kesalahan kemasan obat Buvanest Spinal. BPOM telah memerintahkan Kalbe Farma menarik semua obat itu dari peredaran. Proses penarikan produk tersebut pun mendapatkan pengawasan ketat dari BPOM dan Kementerian Kesehatan,” tandas Kepala BPOM Roy Sparingga, di Jakarta, Senin (22/3).

Dia kembali menegasskan, sebagai tindak lanjut dari kasus Buvanest Spinal, BPOM telah mencabut ijin edar produk tersebut. Selain itu, menyegel untuk sementara semua sarana produksi Buvanest Spinal. Dicabutnya ijin edar ini, dinilainya sanksi administrasi terberat bagi perusahaan farmasi. Untuk sanksi pidana, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

Tim investigasi yang diterjunkan ke pabrik Kalbe Farma diakuinya menemukan ada potensi risiko di line 6 yang selama ini memproduksi 26 item obat. Atas potensi risiko tersebut, Kalbe Farma diminta untuk segera memperbaikinya sehingga kasus tertukarnya isi kemasan obat seperti yang terjadi pada kasus Buvanest Spinal tidak terulang lagi.

Terkait ditariknya ijin edar obat tersebut, BPOM memastikan ketersediaan obat sejenis di pasar, terjamin. Mengingat saat ini ada 5-6 jenis obat serupa dari perusahaan farmasi lain. Jadi, tidak perlu ada kekhawatiran rumah sakit akan mengalami kekurangan produk sejenis.

Menteri Kesehatan, Prof Nila F Moeloek, menambahkan, tim investigasi yang diterjunkan ke rumah sakit Siloam tidak menemukan adanya pelanggaran dalam hal prosedur penanganan pasien. Dokter dan rumah sakit telah melakukan tindakan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Meski begitu, dalam kasus kematian dua pasien Buvanest Spinal, rumah sakit sudah diberikan teguran keras dengan alasan terlambat melaporkan ke Kementerian Kesehatan,” katanya.

Nila memastikan begitu kasus mencuat, pihaknya langsung mengirim surat edaran ke seluruh rumah sakit untuk tidak memakai Buvanest Spinal produk dari Kalbe Farma sebagai obat anastesi. Korban meninggal kasus ini dipastikan hanya dua orang saja.

“Belum ada laporan mengenai kasus serupa. Kalau ada kejadian, pasti ada laporan yang masuk ke kita. Kita berharap, tak ada lagi kasus seperti ini,” tegasnya (tety)

Leave a Comment