24/04/2026
AktualEkonomiGaya Hidup

COOP TV, Televisi Koperasi dan UKM Pertama di Dunia

JAKARTA (Pos Sore) – Berdasarkan survei AC Nelsen, sekitar 65% masyarakat kita terpengaruh dengan iklan yang ditayangkan di televisi. Hal ini bisa saja terjadi mengingat sebanyak 80% masyarakat menghabiskan waktunya di depan televisi.

Melihat survei tersebut, ini menandakan media televisi diyakini menjadi sarana efektif untuk mengenalkan dan memasarkan produk-produk. Begitu pula dengan produk koperasi dan UMKM. Jika dibandingkan dengan internet, televisi bisa menjangkau semua lapisan masyarakat hingga ke daerah terpencil sekalipun.

Karenanya, menurut Ketua Umum Ikatan Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi), Ir. Shamila, Msi, di era informasi dan komunikasi ini, koperasi Indonesia sudah saatnya mempunyai media televisi sendiri. Pemasaran tidak lagi harus konvensional, tetapi harus ditempuh dengan cara modern. Terlebih sebanyak 30 juta anggota koperasi dari 200 ribu koperasi yang ada masih berjalan sendiri-sendiri dan tidak terintegrasi dengan baik.

Itu sebabnya, ia mendirikan televisi COOP TV dengan tagline ‘TV-nya Rakyat Indonesia’ pada tahun lalu. Ini adalah perusahaan pertelevisian koperasi dan UMKM berlangganan pertama di Indonesia dan dunia yang berbasis satelit.

“Tidak semua orang gampang dengan internet. Yang paling gampang itu adalah televisi. Inspirasi pendirian COOP TV ini tidak lepas dari pergumulan yang sangat panjang setelah kami mengikuti pertemuan koperasi baik di dalam maupun di luar negeri serta berbagai forum internasional di banyak negara,” kata Sharmilla, sang pemilik COOP TV, di Jakarta, kemarin.

Melalui COOP TV diharapkan masyarakat akan mengetahui berbagai informasi dan kegiatan yang dilakukan koperasi-koperasi di seluruh pelosok tanah air. Melalui televisi berbayar ini pula para pelaku koperasi dan UMKM dapat memperkenalkan produk-produknya kepada masyarakat.

“Kalau membuat iklan di televisi umum biayanya akan sangat mahal sehingga koperasi dan UMKM tidak akan mampu membayar. Kalaupun ada yang mampu beriklan, jumlahnya tentu sangat terbatas,” tambahnya.

Diharapkan pula, melalui televisi ini citra koperasi dan UKM Indonesia di dunia makin positif. Selain itu, akan mewarnai babak baru perjuangan koperasi Indonesia.

Seperti halnya televisi berbayar lainnya, di Coop TV juga memiliki 40 channel televisi siaran lainnya yang tayang selama 24 jam. Ini sebagai bagian program edutainment, edukasi dan entertainment yang menarik. Kalaupun ada cerita-cerita sinetron, itu bagian dari menghibur masyarakat tanpa mengeyampingkan program koperasi dan UMKM.

Adapun program unggulan Coop TV di antaranya Koperasi Kita, Klompecapir, Peluang Usaha, Tak Kenal Maka Tak Sayang, Desa Emas, Potensi Daerah, Gelar Budaya, dan Sepetak Harapan. Ada juga program I-Pop, Music Pilihan, Dendang Rasa, dan Salam. (tety)

Leave a Comment