24/04/2026
Ekonomi

Kemenperin Gencar Promosikan 14 Kawasan Industri

JAKARTA (Pos Sore)--Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri,Kementerian Perindustrian,Imam Haryono mengatakan pihaknya gencar mempromosikan 14 kawasan industri ke negara lain,seperti Tiongkok.

Untuk mendukung realisasi 14 kawasan industri ini,katanya,pemerintah membutuhkan anggaran penanganan infrastruktur setidaknya sekitar Rp55,444,8 Triliun. Nilai ini dibagi untuk investasi sektor bandara sebanyak,Rp8.200.triliun, jalan sebanyak Rp8.079.74 triliun,kereta api sebanyak Rp10.085 triliun,,ketenagalistrikan sebanyak Rp10.477.06 triliun, pelabuhan sebanyak Rp17.664.triliun dan sumberdaya air sebanyak Rp939triliun.

Menurut Imam, saat ini sudah ada pengembangan kawasan industri di beberapa daerah seperti, di Teluk Bintuni di Papau Barat, Kuala Tanjung,Semangke,Tanggamus, Batullicin,Ketapang,Landak, Palu,Morowali,Bantaeng, Bitung,Kanawe dan lainnya. “Kita fokuskan pembangunan industri di lokasi ini untuk hulu hingga hilirnya.
Harapannya di setiap tenant ada angkertenantnya.Seperti, mall”

Seperti di Teluk Bintuni sudah ada angkertenantnya Ferostall. Di Semangkei,Unilever.Demikian juga Repindo Jagad Raya,Egypt dan lainnya.

Agar penghilirisasian bis terwujud,katanya, perlu didorong terus hingga ke hilir secara bertahap. Memang tidak gampang dan butuh waktu, karena sejauh ini yang agak mudah justru industri agro.Sementara untukuntuk nikel dan sejenisnya, butuh waktu karena sarat teknologi dan skala investasinya juga tidak kecil.. “Seperti di Morowoli masih intermediete kita paksa nanti harus bertahap hingga hilir.”

Pihaknyan juga akan melakukan promosi ke Jepang, Asean Centre dan Kedubes Jepang menginisiasi media pormosi. “Kita mulai merefleksikan hubungan dengan Jepang, bagaimana Idnonesia dengan segala kelebihan, letaknya,sumberdaya alam melimpah yang belum tersentuh. Pasar kita yang begitu besar. Kita butuh 3.519 triiun per tahun, setiap tahun naik 15,1 persen.”

Hingga saat ini,kata Imam, Kepulauan Riau dan Jabar masih menjadi basis pertumbuhan industri yang baik.

Ada 3 hal yang menentukan perkembangan pertumbuhan industri perwilayahan,kata Imam, antara lain, harga komoditi,semangat pemerintah baru menyebarkan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia dan UU Perindustrian.

“Kita sudh berkoordinasi dengan kementeriaan kelembagaan,untuk bangun 35 ribu kw,100 technopark,pembangunan jalan 2014 122 menjadi,650 km,,bangun seaport 278,airport 273.Jika ini terealisasi,kami yakin penyebaran industri di wilayah akan terwujud.”

Harapan ini juga bisa direalisasikan mengingat  Januari 2017 pelayanan satu pintu di BKPM bisa berjalan mulus dan akan semakin mempercepat penyebaran industri ke wilayah dalam 5 tahun.(fitri)

Leave a Comment