JAKARTA (Pos Sore) – Tak semua pelaku usaha menjerit dengan naiknya harga mata uang dollar terhadap nilai tukar rupiah yang kini menembus angka Rp13.000. Menurut Emilia Suhaimi, Deputi Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang selama ini melakukan ekspor produknya malah sangat diuntungkan dengan kondisi ini.
“Karenanya, pemerintah mendorong pelaku UKM berbasis ekspor untuk meningkatkan usahanya. Saat ini ada beberapa alasan tersendiri mengapa UKM perlu masuk pasar global,” katanya, di Jakarta, Jumat (13/3).
Beberapa alasan yang dimaksud, di antaranya, pelaku usaha yang bisa masuk ke pasar global akan lebih safety bila terjadi krisis karena bahan-bahan baku produksi yang bukan berasal dari impor. Karenanya, dengan bahan baku lokal dan berhasil masuk ke pasar global suatu keberuntungan bagi UKM karena perdagangan di pasar global menggunakan dollar.
“UKM juga memiliki kreatifitas tinggi untuk menghasilkan produk-produk berkualitas berbasis sumberdaya dan budaya kreatif yang mampu masuk pasar global. Jadi pada saat krisis UKM tersebut lebih mampu bertahan dibandingkan dengan UKM yang tidak masuk pasar global,” tambahnya.
Pada saat krisis, peranan UKM terlihat cukup signifikan ditunjukkan oleh pertambahan PDB terbesar berasal dari pengusaha kecil, kemudian diikuti oleh pengusaha menengah dan besar. Sebagian besar UKM juga mempergunakan modal sendiri dan tidak banyak menggunakan modal dari bank.
“Implikasinya adalah keterpurukan sektor perbankan dan naiknya suku bunga pada saat krisis tidak banyak berpengaruh terhadap UKM. Alasan-alasan itu yang menjadikan keoptimisan pelaku UKM meskipun dalam keadaan krisis yang terjadi saat ini,” ujarnya. (tety)
