15.8 C
New York
04/05/2026
Aktual

Cidera Tangan Butuh Penanganan Tepat

ciderai

JAKARTA (Pos Sore) – Cedera tangan di Indonesia masih banyuak disebabkan kecelakaan lalu lintas dan kerja. Penanganan yang tepat dibutuhkan untuk meminimalisasi konsekuensi-konsekuensi seperti cuti berkepanjangan dan produktivitas yang menurun.

Selain kecelakaan, banyak pula masalah tangan yang diakibatkan oleh gerakan berulang, cedera olah raga, kelainan congenital, tumor, kompresi saraf tepi, infeksi, penyakit metabolik, dan lain-lain.

Spesialis Ortopedi RS Premier Bintaro Dr Margareta Arianni SpOT (K), mengingatkan, jangan anggap remeh nyeri di tangan akibat keseleo atau terkilir. Jika salah penanganan, akan menyebabkan peradangan yang lebih hebat.

“Cidera di tangan jangan dianggap enteng. Sebab syaraf ditangan memiliki susunan yang jauh lebih unik dan rumit sehingga penangannya juga harus lebih hati-hati,” jelasnya dalam media gathering bertema ‘Health Talk Hand Clinic RS Premier Bintaro’, Kamis (12/3).

Ia menandaskan, agar cidera tangan tak lebih parah, kita disarankan untuk tidak pergi ke tukang urut. Cidera tangan yang ditangani oleh tukang urut malah kurang aman. Salah penanganan bisa-bisa nyeri di tangan berubah menjadi peradangan hebat.

Pembuluh darah melebar dan terjadi perubahan struktur pada syaraf tangan. Syaraf tangan memiliki anatomi yang rumit dan halus. Sifatnya jauh lebih sensitif dibanding syaraf di bagian tubuh lainnya. Karenanya, bagian tangan tidak direkomendasikan untuk diurut.

Sementara itu, Dr Lukman Shebubakar dr SpOT (K), spesialis ortopedi RS Premier Bintaro, menambahkan, untuk beberapa kasus cidera di tangan memang bisa teratasi oleh tukang urut. Tetapi sesungguhnya itu bukan menyelesaikan cidera tangan itu sendiri.

“Kalau diibaratkan orang ditonjokin, maka pada tonjokan yang kesekian kalinya orang sudah ‘kebal’, sehingga tidak ada rasa sakit lagi,” katanya.

Ia menyarankan jika terjadi cidera tangan, sebaiknya lakukan tindakan sederhana seperti istirahatkan tangan, kompres dengan air es, dan minum obat penghilang nyeri. Jika sakit tetap berlanjut segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih tepat.

“Kasus-kasus cidera tangan harus ditangani dengan cepat dan tepat mengingat cidera tangan bisa mengganggu aktivitas keseharian pasien. Pada kasus penanganan cidera tangan, 50 persen bisa diatasi dengan operasi, sedang 50 persennya tergantung rehabilitasi medik. Itu sebabnya penanganan cidera tangan harus dilakukan secara komprehensif antar disiplin ilmu,” tandasnya. (tety)

Leave a Comment