JAKARTA (Pos Sore) – Menteri Koperasi dan UKM, Puspayoga, secara resmi menunjuk Koperasi Unit Desa (KUD) dilibatkan lagi dalam distribusi pupuk bersusidi tahun ini. Kepastian ini tertuang saat peluncuran KUD sebagai distributor pupuk bersubsdidi, di KUD Dampit, Malang, Jawa Timur, Sabtu (7/3).
Dengan cara itu, ditargetkan secara bertahap hingga 50%, KUD menjadi distributor/pengecer pupuk bersubsidi. Pada 1984, sebanyak 2.335 KUD dilibatkan menjadi distributor pupuk bersubsidi. Itu berarti hampir 80%. Saat ini, hanya 274 KUD dari 2.485 distributor yang menyalurkan pupuk bersubsidi. Artinya, KUD hanya diberi 11% saja.
“Untuk tahap awal kita telah mengusulkan 150 KUD sebagai distributor dan 629 sebagai pengecer. Setelah diadakan pembenahan, Kemenkop UKM akan menambah jumlah usulan KUD untuk distributor sebanyak 170 koperasi dan 1.196 koperasi sebagai pengecer,” kata menkop.
Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Bupati Malang Rendra Kresna, perwakilan PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik dan PT Pusri Palembang, juga hadir dalam kesempatan itu.
Pada saat bersamaan dilakukan kegiatan serupa di KUD Tri Karya untuk wilayah kerja distribusi Banyuwangi dan Puskud Banten wilayah kerja Lebak.
“Secara bertahap dan evaluasi, peran KUD sebagai distributor akan kita tingkatkan hingga 50% sebagai distributor pupuk subsidi,” tambahnya.
Mendag Rahmat Gobel menegaskan, keterlibatan KUD/koperasi dalam distribusi pupuk subsisi diharapkan tidak ada alasan keterlambatan pupuk subsidi ke petani.
“Keterlibatan koperasi ini sekaligus juga mendukung ketahanan pangan nasional. Sebab dengan lancarnya pupuk maka petani tidak terlambat menanan,” kata Rahmat Gobel. (tety)
