JAKARTA (Pos Sore) — Puluhan pedagang mikro memadati halaman depan kawasan Gedung Smesco atau RumahKU (Rumahnya Koperasi dan UKM). Mereka menjajakan berbagai makanan dengan harga terjangkau dalam kegiatan Jajanan Pasar Sabtu Minggu (Pastugu). Para pedagang kecil ini tak perlu merogoh kocek untuk mengikuti even yang digelar Sabtu dan Minggu itu. Pedagang somai yang tengah lewat pun diperbolehkan mengisi stand Pastugu.
Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) memang tengah mempromosikan usaha jajanan pasar yang dikelola usaha mikro dan kecil dalam even yang dimulai pukul 08.00 sampai 10.00 pagi. Even ini sudah memasuki minggu kelima.
“Jajanan Pasar Sabtu-Minggu ini diharapkan bisa dijadikan pusat jajanan tradisional terfavorit di Jakarta seperti di tempat-tempat lainnya. Kami ingin membangun ini ke depan menjadi sesuatu yang besar, menjadi pusat jajanan tradisional dan tempat rujukan kuliner bagi masyarakat Jakarta khususnya,” kata Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM, Ahmad Zabadi, di Jakarta, Sabtu (7/3)
Ia menilai Pasar Sabtu Minggu berpotensi untuk bisa menjadi pusat jajanan sekaligus tempat UKM memasarkan produk jajanannya. Terlebih di Gedung Smesco/RumahKU di akhir pekan kerap diisi berbagai even dari pihak lain. Karenanya, harus ada strategi yang jelas untuk mengembangkannya termasuk harus ada konsep.
“Kita ingin Pastugu Smesco berkembang lebih besar dan bukan sekadar asal ada aktivitas atau kegiatan saja. Ini harus dikelola dengan baik kalau tidak mereka akan tutup. Dengan ramainya masyarakat yang jajan di Pastugu juga akan semakin mendekatkan masyarakat dengan gedung Smesco atau RumahKU, Masyarakat juga semakin kenal dengan gedung Smesco,” tambahnya.
Karenanya, pihaknya terus melakukan perbaikan-perbaikan agar pedagang semakin bertambah. Dengan begitu, tidak ada lagi kesan produk-produk yang dipasarkan di gedung Smesco/RumahKU mahal dan tidak terjangkau oleh kelas mikro.
“Kita berharap Pastugu ini terus berlanjut dan membumi, sehingga terkenal seperti ajang-ajang sejenis di tempat lain. Ini memang baru diadakan, tapi kami optimis ini akan terus berlanjut, terlebih setiap akhir pekan gedung Smesco/RumahKU ramai dengan berbagai kegiatan,” ujarnya.
Meski Pastugu ini tidak dikenakan biaya atau digratiskan bagi pelaku usaha mikro, bukan berarti mereka begitu-begitu saja. Para pedagang mikro ini diarahkan agar naik kelas menjadi pedagang level menengah. Nantinya, mereka juga akan diberikan pendampingan atau capacity building. Memang butuh kesabaran dan keoptimisan agar para pedagang mikro ini bisa naik kelas karena juga tergantung kepada karakter para pelaku.
“Itu sebabnya, kami akan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Yang kali ini bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan agar para pedagang mikro ini bisa memiliki asuransi. Mereka juga diberi kemudahan akses pendaftaran. Dengan adanya pendaftaran secara online by name by address ini, juga akan memudahkan kita mendata berapa jumlah pelaku koperasi dan UKM,” tambahnya. (tety)


