15.8 C
New York
04/05/2026
Aktual

Divonis Sakit Jantung? Masih Ada Harapan

JAKARTA (Pos Sore) — Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomer satu di dunia. Diperkirakan pada 2030 kemaitian akibat penyakit kardiovaskular meningkat menjadi lebih dari 23 juta.

WHO memperkirakan pada 2012 ada sekitar 17,5 juta penduduk dunia meninggal akibat penyakit kadiovaskular atau mewakili 31% dari kematian di seluruh dunia. dari kematian akibat penyakit kardiovaskular ini, sebanyak 7,4 juta akibat penyakit jantung koroner dan 6,7 juta akibat stroke.

“Memiliki penyakit jantung atau beresiko mengalami penyakit jantung bukan berarti tidak memiliki harapan. Kebanyakan penyakit kardiovaskular bisa dicegah,” papar dokter spesialis jantung dari RSU Bunda, dr. Dicky A Hanafy, Sp.JP, dalam media gathering ‘Living with Heart Disease’ yang diadakan Bunda Heart Centre, di Jakarta, Selasa (24/2).

Menurutnya, pencegahannya dengan memodifikasi faktor resiko pemicu penyakit kardiovaskular seperti merokok, diet tidak sehat, obesitas, kurang aktivitas fisik, penyalahgunaan alkohol dan sebagainya.

Menurutnya, banyak penderita serangan jantung yang berhasil survive dan bisa tetap produktif. Pemulihan diawali dari rumah sakit. Umumnya penderita serangan jantung akan menginap di rumah sakit selama 3 hari hingga seminggu paska serangan jantung. Tetapi jika ditemukan komplikasi, maka perawatan bisa lebih lama.

“Namun, penderita penyakit jantung yang berhasil survive harus mengubah total gaya hidupnya yang bisa membuat penyakit bertambah berat atau kambuh,” tegasnya.

Bunda Heart Center pun mengajak masyarakat lebih peduli pada penyakit jantung dengan memahami risiko dan mengelola penyakitnya bagi yang sudah memiliki penyakit kardiovaskular dan pernah mengalami serangan jantung.

Bunda Heart Centre sendiri adalah layanan jantung terpadu yang menyediakan skrining, diagnosis dan terapi konvensional serta intervensi untuk kondisi-kondisi seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung dan gangguan irama jantung. (tety)

Leave a Comment