22 C
New York
24/04/2026
Ekonomi

Kemenperin Targetkan Tumbuhkan 9 Ribu Populasi Industri Besar Sedang

YOGJAKARTA (Pos Sore) – Sekretaris Jenderal,Kementerian Perindustrian, Anshari Bukhari,mengatakan, arah kebijakan industri pada 2015 tidak lagi berorientasi pada kualitatif akan tetapi lebih kepada kuantitatif secara konkret di lapangan.

“Ini memang tidak mudah. Tetapi, kita sudah punya peluru sekarang,tinggal dipertajam melalui Peraturan Pemerintah (PP) untuk pembangunan industri.”

Pastinya,kata Anshari, pada 2015 akan ada target penambahan pertumbuhan populasi industri hingga 9.000 usaha industri skala besar dan sedang. Dari 9.000 unit tersebut, 50% atau 4.500 itu industri besar-sedang dan 4.500 adalah industri menengah mendekati kecil. Hingga 2019 juga ditargetkan akan tumbuh industri skala kecil sebanyak 20.000 unit.

Hal itu diungkapkan Anshari pada  Workshop Pendalaman Kebijakan Industri di Yogyakarta, Senin (16/2).

“Ini memang tidak mudah. Tetapi, kita sudah punya peluru sekarang,tinggal dipertajam melalui Peraturan Pemerintah (PP) untuk pembangunan industri.”

Seperti dukungan insentif fiskal,sumberdaya alam didalam negeri sesuai amanat UU.”Pelurunya sekarang sudah dipayungi UU dan dilengkapi PP dalam mendukung kebijakan industri secara penuh.’

Kendati pertumbuhan industri 2014, tidak begitu menggembirakan, mencapai 5,3 persen di atas pertumbuhan ekonomi 5,11 persen,namun,ke depan bisa terus berkembang paling tidak hingga 2019 bisa menyentuh 8,2 persen.

“Ada yang menggembirakan saat ini PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) di sektor industri tumbuh lebih besar dibandingkan PMA (Penanaman Modal Asing).”

Kemenperin mencatat periode,Januari-September 2014 nilai investasi PMDN di sektor industri tumbuh 9,28 persen dibandingkan periode yang sama 2013.

Investasi PMDN di sektor industri sampai triwulan III tahun 2014 mencapai ke Rp41,84 triliun, naik dibandingkan periode yang sama 2013 sebesar Rp38,29 triliun.

Sedangkan nilai investasi PMA di bidang industri pada periode tersebut turun 18,33 persen menjadi 10,15 miliar dolar AS dibandingkan Januari-September 2013 sebesar 12,43 miliar dolar AS.

“Ini sinyal yang baik, bagaimana mendorong perusahaan dalam negeri lebih banyak terlibat dalam pembangunan industri nasional, sehingga industri kita tidak dikuasai asing.”

Kemenperin juga memiliki 10 program Quick Wins yang siap dijalankan tahun ini, seperti pembangunan 14 kawasan industri di luar Pulau Jawa.

“Tiga di antaranya menjadi tugas Kemenperin, sedangkan sisanya swasta.”

Kemudian hilirisasi hasil tambang ke produk dan jasa industri, hilirisasi produk pertanian, penurunan impor, dan penguatan struktur industri dari hulu ke hilir. (fitri)

Leave a Comment