JAKARTA (Pos Sore) — Sebentar lagi perayaan Imlek berlangsung, yang bulan ini jatuh pada tanggal 19. Biasanya, masyarakat mengaitkan Tahun Baru Cina itu dengan hujan yang turun setiap hari hingga menjelang Hari Imlek. Adakah kaitannya?
Kabid Informasi BMKG Kukuh R Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagai seorang akademis, jelas membantah sebabnya turun hujan deras dengan peringatan Hari Imlek yang secara turun temurun disampaikan ke masyarakat.
“Kebetulan saja Imlek ada di musim penghujan, jadi potensi hujan masih banyak,” jelasnya, Senin (9/2).
Dari sisi ilmuwan, lanjut Kukuh, tidak ada hubungan antara Imlek dan hujan yang datang. Tidak ada arah ke sana. “Saat imlek nanti kami prediksi memang saat musim penghujan cukup tinggi intensitasnya,” tegasnya.
Namun puncak musim hujan diprediksi terjadi pada 14 Februari. “Sekitar 14 Februari. Sekitar Maret dan April baru akan terjadi transisi menuju musim kemarau. Sedang Februari ini intensitas memang tinggi. Distribusi awan masih cukup banyak. (tety)
