07/05/2026
Aktual

Rendah, Kemampuan Masyarakat Indonesia Belanja Kebutuhan Gizi

JAKARTA (Pos Sore) — Sebanyak 52% kemampuan belanja masyarakat Indonesia di bawah Rp500 ribu per orang per bulan. Sekitar 20 persennya dialokasikan untuk belanja kebutuhan pemenuhan gizi dan nutrisi. Jadi rata-ratanya hanya belanja Rp3.300 per hari per orang.

“Bagaimana dia mau beli susu atau asupan nutrisi lain kalau hanya Rp100 ribu untuk pangan?” tandas Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, saat meresmikan Puncak Peringatan Hari Gizi Nasional ke-55 bertema ‘Bersama Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi’, yang diisi dengan diskusi ‘Diseminasi Global Global Nutrition Report’, di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Senin (9/2).

Indonesia sendiri dikatakan termasuk dalam 1 dari 17 negara‎ yang mempunyai masalah gizi cukup berat karena Indonesia menghadapi tiga masalah gizi di waktu bersamaan, yakni stunting (anak lahir pendek), wasting (kurus, berat badan tak sesuai tinggi), dan obesitas atau kelebihan berat badan.

“Masalah nutrisi memang termasuk dalam indeks pembangunan manusia. Harapannya, pembangunan manusia dapat mewujudkan resolusi mental sehingga manusia Indonesia menjadi manusia yang unggul di Asean dan dunia. Hanya saja, pembangunan manusia tidak terlepas dari pembangunan ekonomi. Termasuk juga di dalamnya soal pemenuhan gizi dan nutrisi balita yang sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial dan ekonomi orang tuanya,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mengatasi masalah gizi, sejumlah program sesungguhnya sudah berjalan. Hanya saja perlu diselaraskan agar tidak ada program-program yang timpang tindih. Jadi satu pintu dari Bappenas, termasuk anggaran dan perencanaan program.

“Saya berpesan agar semua pemangku kepentingan yang hadir saat ini untuk memberikan dukungan dan membangun komitmen bersama dalam melaksanakan gerakan percepatan perbaikan gizi nasional,” ujarnya. (tety)

Leave a Comment