JAKARTA (Pos Sore) – Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerjasama dengan Nutrifood melanjutkan program edukasi ‘Cermati Konsumsi Gula, Garam, Lemak (GGL) dan Baca Label Kemasan Makanan’, di Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kamis (5/2). Sebanyak 200 dokter yang berasal dari 44 Puskesmas Kecamatan dan 156 Puskesmas Kelurahan di 5 wilayah kota administrasi dan 1 kabupaten administrasi di Provinsi DKI Jakarta mengikuti kegiatan ini.
Adanya edukasi ini tak lepas dari meningkatnya angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM). Jika pada 2001 mencpai 49,9% meningkat menjadi 59,5% pada 2007. Berdasarkan informasi dari Surveilans Penyebab Kematian Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, ada 3 penyakit utama kematian di wilayah ini dalam kurun waktu 2013 dan 2014, yaitu hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit kardiovascular.
Penyakit-penyakit tersebut umumnya terkadi terkait konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih di masyarakat Indonesia yang ternyata semakin meningkat setiap tahunnya. Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai bahaya konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, menjadi salah satu penyebab meningkatkan risiko PTM.
“Kami menyambut baik program edukasi bagi para dokter puskesmas yang tergabung dalam Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Para dokter yang ikut serta dalam edukasi ini diharapkan dapat menjadi penyebar edukasi mengenai konsumsi gula, garam, lemak, dan baca label kemasan makanan di puskesmas dan sekitarnya,” kata dr. R. Koermedi Priharto, Sp.OT, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kamis (5/2).
Pihaknya berharap dengan meningkatnya pengetahuan yang dimiliki para dokter dan semakin menyebarnya informasi GGL ini di masyarakat, angka penyakit tidak menular dapat menurun setiap tahunnya.
Sementara itu, Kepala Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan dr. Lily S. Sulistyowati, MM, menandaskan, perluasan edukasi pengaturan konsumsi gula, garam, lemak dan baca label makanan kemasan, terutama melalui para dokter amat penting.
“Dokter berperan penting bagi masyarakat, terutama melalui puskesmas yang mudah diakses bagi masyarakat. Edukasi kepada para dokter salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian penyakit tidak menular yang disebabkan oleh konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih,” katanya.
Susana, Head of Nutifood Research Center, mengaku, siap membantu setiap individu untuk mencapai keseimbangan hidup, dengan menjalankan pola hidup sehat yang menyenangkan.
“Salah satu upaya yang kami lakukan adalah melalui edukasi. Kali ini mengenai cermati konsumsi gula, garam, dan lemak serta baca label kemasan makanan untuk para dokter,” tambahnya.
Terkait tindakan mencermati konsumsi GGL yang perlu dicermati adalah konsumsi makanan kemasan. Masyarakat umumnya hanya memperhatikan label pada makanan kemasan terkait label halal (36,5%), waktu kadaluarsa (34,9%), nama produk (20,6%), dan komposisi makanan (7,9%). Padahal yang tak kalah pentingnya adalah membaca Informasi Nilai Gizi yang ada di label makanan kemasan. (tety)
