5.6 C
New York
26/04/2026
Aktual

Pemerintah Stimulasi Perbaikan Infrastruktur

JAKARTA (Pos Sore) –- Ketua Kadin DKI Jakarta Eddy Kuntadi mengungkapkan, kebijakan pemerintah dengan melakukan penyesuaian harga melalui pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang mampu dihemat hingga Rp100 triliun diharapkan mampu memperbaiki infrastruktur untuk mneggenjot percepatan pertumbuhan ekonomi.

Karena, menurutnya, persoalan krusial yang dihadapai dunia usaha saat ini adalah masalah infrastuktur dan sistem logisitik yang tidak mendukung sehingga berdampak pada menurunan daya saing produk.

“Untuk itu kami berharap agar perbaikan infrastruktur dan sistem logistik ini benar-benar diprioritaskan.”

Hal ini penting direalisasikan, katanya, mengingat tantangan dunia usaha pada 2015 akan semakin berat.Apalagi, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi khususnya di DKI Jakarta, akan sedikit melambat sebesar 5,8 persen turun dibanding 2014 yang mencapai 6 persen.       

“Untuk itu kami berharap agar perbaikan infrastruktur dan sistem logistik ini benar-benar diprioritaskan. Kalaupun pembangunan pelabuhan di Kali Baru Marunda,Jakarta Utara sudah bisa dimaksimalkan tetapi kalau jalan masih macet dan rusak, tentunya tidak akan memberikan efek siknifikan,” ungkapnya di sela acara review ekonomi Jakarta 2014 dan outlook 2015, Selasa (27/1).

Hadir pada kesempatan itu pengamat ekonomi Didik J Rachbini yang memaparakan ada 5 hal yang menjadi hambatan dunia usaha saat ini.

Diantaranya, masalah korupsi, akses pada kredit,biaya logisitk yang mahal, birokrasi yang tidak efisien serta persoalan infrastruktur yang jelek.

Ke lima hal ini,katanya, justru menjadi tantangan bagi dunia usaha di DKI Jakarta. Termasuk, malsah banjir, kemacetan dan pengangguran.

Untuk mengtasi persoalan ini, katanya, DKI Jakarta membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan terintergrasi ke pemerintah pusat untuk mengatasinya.

Jika saja pemerintah serius, menurut Didik, tidak ada susahnya membangun semua itu asalkan roadmapnya jelas.

“Apa susahnya membangun tiang tol dari Pasar Rumput ke Bandara, Jakarta ini sangat menarik bagi investor.”

“Apa susahnya membangun tiang tol dari Pasar Rumput ke Bandara, Jakarta ini sangat menarik bagi investor, pemerintah tidak perlu keluar duit, justru orang akan berebut datang. sendiri asalkan antara pemerintah dan swasta benar-benar bisa duduk bersama menjadi mitra.”

Dia mengasumsikan, jika benar dari penghematan APBD dari penyesuaian BBM bisa mencapai 100 triliun, maka pemerintah bisa membangun jalan sekitar 3.000 km tentunya dengan kualitas yang baik.

Tidak seperti yang selama ini terjadi,justru anggaran pembangunan jalan habis percuma untuk biaya perbaikan.

Didik juga menyoroti ide Presiden Joko Widodo membangun tol laut sebagai ide yang cemerlang. Hanya sajan sangat disayangkan ide itu tidak didukung dengan konsep yang jelas dan matang. “Itu ide bagus, tetapi harus dirancang secara matang dan terkonsep dengan baik. Tetapi saya sejauh ini tidak melihat itu.”

“Kita akan menghadapi persaingan di Asean melalui Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).”

Maka dari itu, Eddy, sangat berharap pada pemerintah baru saat ini agar merealiasikan pembangunan infrastruktur dengan baik mengingat tantangan dunia usaha ke depan akan semakin berat.

“Kita akan menghadapi persaingan di Asean melalui Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Banyak hal yang harus disiapkan, apalagi pertumbuhan eknomi global saat ini juga tidak bagus.Kalau tidak ada dukungan positif melalui kebijakan proteksi untuk produk kita, maka kita akan menjadi pasar produk impor.” (fitri)  

Leave a Comment