18.1 C
New York
07/05/2026
Aktual

KOWANI Minta Jaringan Bandar Narkoba Internasional Dihukum Berat

JAKARTA (Pos Sore) – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) meminta pemerintah menghukum berat jaringan bandar narkoba internasional. Jika kurirnya dikenai hukuman mati, maka harus juga sama. “Bukan sebaliknya. Sebagian besar kasus di pengadilan, hukumannya di bawah 20 tahun,” tandas Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo, di Jakarta.

Ia dimintai tanggapannya terkait eksekusi mati yang menimpa Rani, yang menjadi kurir narkoba bandar internasional. Menurutnya, Perempuan yang hidup dalam belengu kemiskinan rentan dimanfaatkan jaringan narkoba sebagai kurir.

“Kasus Rani Andriani membuka mata kita, kemiskinan masih menjadi persoalan utama di pedesaan,” tegas perempuan cantik ini.

Sebagaimana diberitakan, Rani Andriani atau Melisa Aprilia dieksekusi mati Minggu (18/1) dini hari. Ia potret perempuan desa yang hidup dalam belenggu kemiskinan. Rani divonis hukuman mati atas kasus penyelundupan 3,5 kilogram heroin oleh Pengadilan Negeri Tanggerang pada 22 Agustus 2000.

Ironisnya, Rani termasuk bagian dari jaringan peredaran narkotika internasional yang dikendalikan sepupunya, Meirika Franola dan seorang lurah di Rancagoong, Deni Setia Marhawan, yang juga masih saudaranya. Pada saat kasus tersebut terjadi, usia Rani masih 20 tahun.

Rani kecil tumbuh dan dibesarkan dalam keluarga miskin. Tinggal bersama keluarganya di gang kecil, berukuran tidak lebih dari 2 meter, di RT 3 RW 3 Gang Edi 2 Kampung Cikidang Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur. Kala itu Rani diiming-imingi pekerjaan di Jakarta. Rani lalu bekerja pada orang Afrika dengan fasilitas yang sangat baik seperti makanan yang enak, pakaian layak dan tempat tinggal juga layak. Rani pun resmi dipacari orang Afrika tersebut sehingga sulit baginya keluar dari situasi (kurir narkoba) seperti itu.

“Perempuan yang terbelengu kemiskinan rentan dimanfaatkan jaringan narkoba sebagai kurir. Para pengedar narkoba dalam jaringan internasional banyak mengorbankan perempuan seperti Rani sebagai kurir. Alasannya, Rani dan yang lainnya membutuhkan uang banyak untuk keluarganya,” tandas Ketua Gerakwan Wanitas Sejahtera (GWS) ini prihatin.

Karenanya, Kowani mengajak pemerintah dan masyarakat untuk selalu bersama-sama dalam memberikan edukasi kepada perempuan khususnya mereka yang miskin, membuka akses beasiswa sampai jenjang pendidikan yang tinggi dan terakhir membuka lapangan pekerjaan yang layak. (tety)

Leave a Comment