JAKARTA (Pos Sore) — Saat ini banyak kita temui penyakit degeneratif baik yang disebabkan oleh faktor usia maupun pola hidup yang kurang sehat. Tidak banyak opsi terapi yang dapat diberikan mengingat faktor penyebab yang belum diketahui atau efek samping dari terapi konvensional.
“Kabar baiknya, saat ini tersedia teknologi autologous stem cell therapy yang aman dan efektif untuk rejuvinisasi dan membantu kondisi degeneratif tersebut,” kata dokter dari Unistem Clinic, Karina F Moegni, SpBP, ahli stem cell terkemuka di Indonesia, di Jakarta, dalam Seminar ‘Teknologi Autologus Stem Cell Terkini untuk Kesehatan’, kemarin.
Unistem Clinic adalah lembaga pelayanan kesehatan pertama yang mengaplikasikan teknologi activated autologous stemcell di Indonesia. Basis teknologi yang diadopsi oleh Unistem Clinic merupakan hasil penelitian selama bertahun-tahun dari pakar/konsultan Unistem Clinic di Eropa dan Australia.
“Activated Autologous Stemcell adalah stem cell atau sel punca yang diambil dari tubuh pasien sendiri dan diproses secara mekanik sehingga relatif bebas dari efek samping dan efektif. Activated autologous stem cell adalah teknik yang unik, aman, dan efektif,” paparnya.
Setiap klien yang datang akan ditangani langsung secara personal dan profesional. Klien akan mendapatkan konsultasi sesuai dengan masalah kesehatan yang dialami dan setiap tahapan perawatan juga akan didampingi oleh team dokter dari Unistem Clinic.
Teknologi stem cell dimulai pada 1954 oleh John Enders. Pada 1998 James Thomson untuk pertama kalinya mulai mengembangkan teknologi stem cell. Saat ini hadir pertama kali di Indonesia oleh PT Unistem Asia teknologi stem cell yang dikembangkan dari tubuh pasien sendiri (autologus).
Sejauh ini, stem cell yang diakui aman untuk diberikan kepada manusia adalah yang berasal dari manusia. Teknik ini diambil dari sel induk pasien itu sendiri, yang dinilai teknik teraman untuk diaplikasikan pada manusia.
Setiap manusia memiliki stem cell dalam jumlah beragam. Stem cell atau sel induk ini memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri, berdiferensiasi menjadi sel lain, dan berkembang menjadi berbagai jenis sel matang. Misalnya seperti sel saraf, pembuluh darah, otot jantung, tulang, pankreas, dan lain-lain.
Terapi stem cell yang dilakukan dengan memindahkan sel induk berlebih dari bagian tubuh tertentu ke bagian tubuh yang membutuhkan. Stem cell yang diinjeksikan ke dalam tubuh, atau ditargetkan ke lokasi tubuh yang sakit, dapat pergi ke daerah yang membutuhkan dan memperbaiki kondisi kerusakan yang ada. (tety)
