18.1 C
New York
07/05/2026
Aktual

TKIB akan Pulang, Kementerian Sosial Siap-siap

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawangsa, melakukan persiapan dalam menghadapi arus pemulangan TKI bermasalah pada akhir Januari ini. Persiapan ini sebagai upaya memberikan pelayanan terbaik ketika TKIB sampai di tanah air.

Karenanya, mensos, mengunjungi penampungan TKW bermasalah di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Dr Sukanto. Selain memberikan bantuan ke TKW, mensos juga ingin melihat kebutuhan yang diperlukan untuk penampungan kepulangan TKI.

“Saya memang ingin berkunjung ke RS Bhayangkara, karena di RS ini antara lain menampung mereka yang menjadi korban dari apakah human trafiking, KDRT, TKI bermasalah yang alami depresi,” kata Khofifah di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (14/1).

Terdapat 17 TKW yang berada di ruang Dahlia RS Polri. Mensos pun memberikan bantuan senilai Rp500.00 per orang, juga pakaian dalam, dan pembalut.

Sebelumnya saat menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan, Khofifah memang pernah mengunjungi penampungan TKI di RS Polri, namun kunjungan kali ini untuk melihat bagaimana kebutuhan yang diperlukan untuk menampung TKI dalam jumlah lebih besar yang pulang pada 19 Januari ini.

“Saya harus ke sini lagi untuk melihat kemungkinan kalau ada perluasan kebutuhan. Jadi tambahan kebutuhan sangat mungkin ketika ada pemulangan dengan jumlah yang jauh lebih besar,” paparnya.

Kemensos menggandeng RS Bhayangkara juga dalam rangka memberikan layanan kepada mereka yang mengalami gangguan psikotik, atau mereka yang alami kekerasan secara fisik. “Kira-kira kita akan membuat pemetaan seperti apa, siapa melakukan layanan apa, proses-proses rehabilitasi dalam bentuk apa, itu yang memang kita akan lakukan pemetaan secara detail,” tuturnya.

Dikatakan, setiap bulan arus pemulangan TKI bermasalah cukup tinggi sehingga harus dipersiapkan segala sesuatunya. Selama ini Kementerian Sosial menampung pekerja migran bermasalah tersebut di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) namun kapasitasnya jauh lebih kecil dibandingkan jumlah pekerja yang dipulangkan.

“Maka koordinasi dengan lembaga lain menjadi penting bagi kita untuk mengukur daya tampung dari layanan yang bisa diberikan oleh seluruh kementerian dan lembaga,” katanya.

Kepala RS Bhayangkara Polri Dr Sukanto, Brigjen Didi Agus Mintadi, mengatakan, setiap bulan rumah sakit tersebut selalu menerima pekera migran bermasalah untuk dirawat. Sebagian besar dari mereka biasanya mengalami depresi dan menjadi korban tindak kekerasan. “Kami terima dan siapkan tempat, tenaga medis serta obat-obatan,” kata Didi. (tety)

Leave a Comment