17.3 C
New York
07/05/2026
Aktual

Tim SAR Gabungan Akhirnya Berhasil Angkat Ekor Pesawat

JAKARTA — Dalam 2 minggu pencarian puing-puing pesawat AirAsia QZ8501, tim SAR Gabungan akhirnya menemukan bagian penting pesawat: ekor pesawat. Bagian ekor ini berhasil diangkat dari dasar laut dengan menggunakan teknik Floating Ballon.

“Yaitu teknik menggunakan balon untuk mengapungkan bagian ekor, membawanya kepermukaan kemudian dievakuasi ke Kapal Crest Onyx untuk selanjutnya diserahkan kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT),” jelas Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Bambang Soelistyo, Minggu (11/1).

Dikatakan, proses evakuasi dan pengangkatan bagian ekor ini langsung dipimpin Panglima TNI, Jenderal TNI Dr. Moeldoko yang berada di Pangkalanbun sejak kemarin. Setelah berhasil diangkat ke permukaan dan diangkat ke Kapal Crest Onyx, bagian ekor diserahkan oleh Panglima TNI kepada Kepala KNKT, Tatang Kurniadi untuk proses investigasi lebih lanjut.

Dalam kesempatan itu, Kabasarnas menyempatkan diri untuk bertatap muka dengan keluarga korban melalui video teleconference. Dalam teleconferencenya Kabasarnas menjawab pertanyaan dari keluarga korban yang masih menunggu kabar di crisis center Bandara Juanda, Surabaya.

“Apakah akan ada batas waktu dalam operasi pencarian ini?” tanya salah satu anggota keluarga korban. Pertanyaan ini ternyata cukup sulit dijawab, mengingat ia pemegang keputusan mengenai jalannya suatu operasi. ”Setiap operasi akan ada tahap awal dan ada tahap akhirnya, kami akan terus mengevaluasi dan merencanakan operasi ini sebaik mungkin tanpa mengesampingkan faktor efektifitas dan efisiensi,” jawab kabasarnas lembut.

Kabasarnas juga menyatakan para petugas penyelamat masih terus melakukan pencarian baik dengan menggunakan sarana udara, laut ataupun menggunakan teknologi sehingga proses pencarian dapat membuahkan hasil. “Tim kami tidak hanya berkonsentrasi mencari dan menemukan ekor pesawat. Kami terus menyapu dengan menggunakan alat – alat deteksi bawah air. Fokus kami tetap para korban yaitu saudara–saudara kita, dan kami masih memiliki beban moril kepada keluarga korban yang belum ditemukan, maka dari itu kami mohon doanya untuk tim saya yang bertugas dilapangan agar dapat terus bekerja maksimal dan dapat membuahkan hasil yang kita tunggu semua,” ujarnya.

Pada hari ke – 14 ini, Tim SAR dari negara Jepang dan Rusia juga telah beranjak meninggalkan daerah operasi. Dukungan sarana dari negara asing yang masih bergabung dengan Tim SAR gabungan yaitu, Singapura, Malaysia, Korea, USA dan China berupa kapal maupun sarana udaranya baik Fix Wing maupun Rotary Wing. Tercatat 15 unit sarana udara baik dalam dan luar negeri juga 34 kapal yang terlibat dalam operasi pencarian hari ini. (tety)

Leave a Comment