JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam kunjungan kerjanya ke kantong TKI, Desa Sarangwetan, Kec. Babakan, Kab Cirebon, pada Jumat (9/1) menerima keluhan keluarga TKI.
Dalam kunjungan kerja itu, Menaker Hanif yang didampingi Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra dan Plt. Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (PPK) Kemnaker Muji Handaya menggelar dialog terbuka.
Dalam dialog tersebut, Menaker Hanif banyak menerima pengaduan dari keluarga TKI mulai dari anak TKI yang ingin bertemu dengan ibunya yang bekerja di luar negeri, pungli tiket pesawat sampai asuransi yang tak kunjung cair.
Zainudin, seorang TKI yang bekerja di sektor perikanan di Korea Selatan. Zainudin mengaku saat berangkat kerja lewat BNP2TKI terpaksa membayar tiket pesawat yang mahal dan menanggung biaya penginapan di Ciracas.
“Harga tiket pesawat yang harus dibayar lebih mahal Rp600 ribu dibanding harga normal dan kami juga harus membayat penginapan di penampungan sebesar Rp500 ribu,” kata Zainudin.
Pria ini pun menceritakan bahwa dirinya pergi bekerja ke Korea pada Maret 2014 dan menyatakan pungutan seperti itu masih terjadi. Dia berharap nantinya saat akan pergi lagi ke Korea kejadian seperti ini takkan terulang lagi. Dia memberanikan diri menyampaikan keluhannya untuk mewakili keluhan teman-temannya TKI yang lain dan berharap Menaker Hanif bertindak untuk menangani masalah ini.
Mendengar aduan itu, Hanif berjanji akan menindaklanjutinya. “Silahkan membuat laporan tertulis. Jika berani, saya akan dampingi langsung. Saya lindungi bapak dan teman yang bekerja di korea, “ jelas Hanif.
Selain soal pungli, hanif juga menerima aduan dari keluarga TKI ditaiwan yang asuransi kematian ibunya belum cair. Dia berharap Hanif mau membantu.
“Ibu saya meninggal di Taiwan, jasadnya sudah dikirim pulang tetapi asuransi tidak diberikan, “ urai Sulaiman menceritakan kasusnya ke Hanif.
Hanif merespon dengan akan menindaklanjuti, termasuk soal TKI yang mengaku dikenakan biaya penempatan di Taiwan hingga Rp20 Juta dan dikenai aneka pungli lainnya. “Silahkan buat laporan tertulis, saya akan tindak lanjuti,” kata Hanif.
Masih acara tersebut, Menteri Hanif Dakiri tampak terharu mendengarkan curahan seorang anak TKI, bernama Nadia yang memberanikan diri berbicara langsung kepada Menteri. Nadia mengungkapkan rasa rindunya terhadap ibunya yang menjadi TKI di Arab Saudi selama 4 tahun. “Saya kangen banget pak, dengan ibu saya,” ujar Nadia. (hasyim)
