16.1 C
New York
23/04/2026
AktualEkonomi

“Kita Harus Bangga Minum Jamu”

JAKARTA (Pos Sore) — Dalam rangka mensosialisasikan minum jamu, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menggelar ‘Gerakan Minum Jamu Bersama’ bertajuk ‘Bangga Minum Jamu’. Hadir dalam acara ini, Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, Menteri Perindustrian, Saleh Husin, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Pertanian, Ahmad Sulaiman, serta Kepala BPOM Roy Sparringa.

“Gerakan ini bertujuan untuk menunjukan rasa nasionalisme sebagai bangsa yang memiliki banyak warisan budaya tradisional, salah satunya yaitu jamu. Jadi saya ingin sampaikan kenapa kita harus minum jamu. Jamu itu warisan budaya Indonesia dan semua bahan baku tersedia di Indonesia. Ada 20 ribu tanaman, 7 ribu bahan jamu tradisional. Jadi tidak perlu impor,” tandas Menteri Koperasi dan UKM, Puspayyoga, di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat (9/1).

Meski begitu, ia mengakui, tidak mudah untuk mengajak masyarakat untuk rajin minum jamu. Penyebabnya, obat trasidional tersebut kini harus berkompetisi dengan obat-obatan modern yang semakin variatif jenis dan kegunaannya.

“Ini juga soal ekonomi kerakyatan. Kementerian Koperasi dan UKM ini sebenarnya pertempuran ideologi antara kapitalisme dan nasionalisme. Kewajiban kita sebagai anak bangsa harus perhatikan ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Untuk itu, Puspayoga juga meminta dukungan dari seluruh instansi pemerintah dalam pengembangan industri jamu. Salah satunya melalui pemberian insentif mulai dari sektor pertanian hingga industrinya.

“Industri jamu kita ada sekitar 1.250-an. Ini suatu luar biasa. Ekonomi kerakyatan itu saya sampaikan ke Menteri Perdagangan. Kalau kita punya minyak subsidi yang menyalurkan itu Pertamina dan SPBU, kenapa pupuk bersubsidi tidak boleh disalurkan oleh koperasi,” tandasnya. (tety)

Leave a Comment