07/05/2026
Aktual

Jangan Lengah, Ancaman Bencana Bisa terjadi Kapan Saja

JAKARTA (Pos Sore) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat mewaspadai rentetan kejadian bencana yang akan terjadi sepanjang 2015. Ancaman bisa terjadi kapan saja.

Meski selama 2014, kejadian bencana geologi yaitu gempabumi, tsunami dan erupsi gunungapi hanya 1% atau 18 kejadian dari total 1.525 kejadian bencana, bukan berarti lengah. Selebihnya yang 99% adalah bencana hirometeorologi seperti puting beliung, banjir, longsor, karhutla, dan kekeringan.

Menurut, Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB, bencana lain yang patut diwaspadai yaitu erupsi gunungapi yang tercatat ada 5 kejadian. Yakni, erupsi G. Sinabung (13-9-2013 hingga sekarang), G. Kelud (13-2-2014), G. Sangeangapi (30-5-2014), G. Slamet (13-9-2014), dan G. Gamalama (18-12-2014). Total 24 orang tewas, 128.167 jiwa mengungsi, dan 17.833 rumah rusak.

“Bahkan erupsi G. Sinabung, saat ini masih menyebabkan 2.443 jiwa atau 795 KK mengungsi di 7 titik. Sebanyak 1.212 jiwa atau 370 KK harus direlokasi dalam waktu dekat ini,” katanya, di Jakarta, Jumat (2/1).

Erupsi G. Kelud sendiri merupakan yang fenomenal. Material dilontarkan ke angkasa hingga 17 km. Sebanyak 7 tewas, sekitar 90 ribu orang mengungsi, dan 17 ribu lebih rumah rusak. Mengingat masyarakat sekitar G. Kelud sudah tangguh menghadapi bencana, dan memaknai erupsi sebagai warisan masa depan, maka pemulihan berjalan dengan cepat.

Sementara itu, kejadian gempa merusak ada 11 kejadian yang menyebabkan 248 orang mengungsi dan 662 rumah rusak. Gempabumi terjadi antara lain di Jateng (25-1-2014) berakibat di Banyumas, Cilacap, Kebumen dan Purworejo. Tsunami ada 2 yaitu tsunami dari gempa di Chile (2-4-2014) dan gempa 7,3 SR di Halmahera Utara pada 15-11-2014.

“Meskipun tsunami kecil, namun ancaman ini juga menjadi pelajaran bagi kita bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan pemda dalam menghadapi tsunami masih rendah,” ungkapnya.

Dikatakan, bencana geologi, khususnya gempa dan tsunami bersifat mendadak. Bisa kapan saja terjadi di daerah rawan. Ada 386 kab/kota dengan jumlah penduduk 157 juta jiwa yang terpapar sedang-tinggi dari bahaya gempa di Indonesia. Untuk tsunami ada 233 kab/kota dengan penduduk 5 juta jiwa yang terpapar sedang-tinggi dari bahaya tsunami.

“Untuk itu jangan lengah, ancaman bisa terjadi kapan saja,” tandasnya. (tety)

Leave a Comment